Berita /

Kenny Cantika Abadi

Calon Dokter yang Suka Menulis

Inioke.com , Kamis, 05 April 2012 11:47 wib

Kenny Cantika Abadi. (NIT)

Siapa bilang mahasiswa Fakultas Kedokteran itu hanya bisa berkutat dengan buku-buku. Buktinya di kampus FDOK Universitas Andalas Padang, juga banyak aktivitas mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Baru-baru ini salah satu UKM bernama Broca merayakan ulang tahun ke 20. Artinya sudah dua puluh tahun yang lalu UKM ini berkiprah. Jumlah anggotanyapun sudah ribuan. “Hanya saja yang aktif tidak semua. Tapi ada ratusan. Karena yang aktif palingan anak-anak tahun satu sampai semester VI,” ungkap Kenny, salah satu aktifis Broca.

Gadis tahun satu ini terlihat sebagai pembawa kue ulang tahun saat perayaan 20 tahun Broca, minggu lalu yang dihadiri juga oleh Ahmad Fuadi penulis novel Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna. Kenny adalah salah satu panitia perhelatan yang diisi beragam agenda.
“Tiap tahun biasanya mengadakan kegiatan semacam ini. Ada lomba, diskusi, pemutaran film motivasi, dan puncaknya adalah seminar dan talkshow. Kita juga mendatangkan narasumber dari media untuk pelatihan jurnalistik, dan talkshow bersama Ahmad Fuadi penulis novel Negeri 5 menara dari Jakarta,” papar Kenny.

Broca merupakan UKM yang lebih mengarah pada kegiatan penulisan, jurnalistik dan telah memiliki buletin diterbitkan sebulan sekali. Buletin itu dijual kepada mahasiswa . “Selain buletin, kami juga ada mading, tempat memuat info terbaru tentang kegiatan kampus atau kebijakan kampus,” ujarnya.

Gadis bernama lengkap Kenny Cantika Abadi ini, merasa perlu bergabung dengan Broca untuk menyalurkan hobi menulisnya. Sebab, akunya di Broca juga diajarkan bagaimana menulis yang benar, teknik berwawancara, membuat disain dengan mendatangkan narasumber dari luar. Kegiatan pelatihan di Broca untuk anggotanya sering dilakukan.

“Saya suka menulis, tapi belum begitu bagus. Saya ingin mengembangkan kemampuan. Mulanya saya ikut aktivitas di forum anak, melakukan diskusi dan seminar. Tapi saya pikir di jurnalis bisa lebih luas. Kita bisa mempengaruhi pikiran orang melalui tulisan,” ungkap Kenny yang pernah menjabat Ketua Forum Anak di Padangpanjang.

Gadis kelahiran 25 Juni 1993, ini memang sudah aktif ketika masih di SMA I Padangpanjang. Meski termasuk sekolah unggul yang banyak waktu belajarnya, ia masih sempat beraktivitas. Selain menjabat ketua Forum Anak di Padangpanjang, Kenny juga dipercaya sebagai ketua pusat informasi dan konseling remaja, sebagai salah satu ekskul di sekolahnya. Gadis berkacamata ini juga menjadi anggota seksi olah raga OSIS SMA I Padangpanjang.

Sebagai aktivis kampus , putri ke 3 pasangan Azwardi dan Jusmarni ini terkesan kritis. Ia malah mengkritisi teman-teman mahasiswa yang melakukan demo dengan anarkis. “Demo sih boleh saja. Itu kan untuk menyampaikan aspirasi kita. Tapi jangan anarkis. Karena akan merugikan diri sendiri. Kebanyakan demo mengemukakaan emosi, semangat berkobar tidak peduli keselamatan diri sendiri, kuliah terbengkalai, malahan kekerasan yang dia dapatkan,” papar Kenny.

Menurut penggemar novel motivasi ini, penyampaian aspirasi bisa dilakukan dengan lobi. Misalnya mengumpulkan tanda tangan masyarakat sebanyaknya lalu dibuat kesepakatan, diskusikan dengan wakil rakyat. “Cuma hal ini kadang menurut teman-teman tidak begitu pas. Tingkat lobi kita dengan wakil rakyat belum kuat. Karena wakil rakyat kita masih kurang peka mendengarkan suara rakyatnya. Yah, masih kurang baguslah,” ujarnya pesimis.

Meski dalam satu hal ia terlihat pesimis, namun disisi lain, gadis penyuka basket ini malah optimis saat melakukan lobi dengan pihak berkompeten kala masih di Forum Anak. Selama dua tahun ia bersama teman-teman remaja lainnya melakukan lobi dan sosialisasi menyangkut hak anak. “Misalnya menyangkut anak jalanan. Kita di forum anak ada 4 divisi. Ada advokasi, perlindungan anak, pelayanan anak serta divisi data dan informasi. Masing-masing sudah ada tugasnya. Tim advokasi itulah yg melakukan lobi dengan pejabat dan pihak berkompeten termasuk anggota DPRD. Mereka melakukan lobi atas hasil survei dari divisi data informasi mengenai kekurangan dalam pelayanan anak. Kalau ada yang perlu diperbaiaki dalam hal aturan, kita melobi ke pihak berkompeten, “ tuturnya.

Hanya saja, kiprah Forum Anak di Padangpanjang belum menyentuh hal yang mendasar. Meski, menurut Kenny sudah mencoba memperjuangkan hak anak jalanan, tetapi di Padangpanjang persoalan anak jalanan masih belum mendesak. “Di Padangpanjang anak jalanan belum begitu banyak, misalnya pengamen dan peminta-minta. Berbeda dengan di Padang. Saya lihat di Padang hampir seperti di kota besar lainnya, mereka ada dimana-mana.”

Selain anak jalanan, Forum Anak juga melakukan sosialisasi melalui pamflet membantu menyebarkan kepada masyarakat soal Perda Rokok. “Perda itu bagus , tapi penegakannya masih kurang. Implikasi perda itu belum terlihat. Keputusan pemdanya sih sudah baik, semoga bisa dijalankan dengan maksimal. Saya melihat di pasar-pasar masih banyak yang merokok, “ ulasnya. (nit/padangmedia)