Rubrikasi /

AIESEC Unand

Talkshow Penanggulangan HIV/AIDS untuk Remaja

Inioke.com , Minggu, 17 Februari 2013 16:13 wib

Peserta Opening Conference Red Ribbon Project AIESEC Unand. (dok. AIESEC Unand)

AIESEC Universitas Andalas kembali menggelar acara yang bertema your life style could be you death style di Gedung Anggun Nan Tongga Bank Indonesia Padang, Minggu, (17/2). Acara yang dinamakan Red Ribbon Project PBOX HIV/AIDS ini dihadiri 600 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum.

Human Immunodeficiency Virus atau yang lebih dikenal dengan HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun.

Nitha Welong salah satu pembicara dalam Talkshow HIV/AIDS menjelaskan bahwa jangan menjauhi penderitanya tapi jauhilah virusnya. Hal ini dinyatakannya karena HIV tidak akan menular melalui kontak sosial yang terjadi antara penderita HIV dengan orang lain. Penularan hanya akan terjadi melalui cairan seperti cairan yang keluar dari alat kelamin laki-laki atau perempuan dan dari Air Susu Ibu (ASI) serta dari darah.

“HIV tidak akan menular melalui kontak sosial seperti makan bareng, bersentuhan, berenang dan hal lainnya kecuali terjadi pertukaran cairan. Oleh karena itu jangan jauhi orangnya tapi jauhilah virusnya,” tegas Konselor HIV/AIDS yang bekerja di RSUP Dr. M. Djamil Padang itu.

Nitha Welong juga menginformasikan bahwa usia rentan yang terjadi saat ini adalah diusia remaja yaitu antara usia siswa kelas 2 dan kelas 3 SMP serta usia memasuki SMA. Hal ini disampaikannya karena berdasarkan data per 31 Desember 2012 tercatat 793 penderita di Sumatera Barat. Jumlah ini akan meningkat menjadi banyak karena satu penderita bisa menjangkit 100 orang. Oleh karena itu, kepada remaja diharapkan untuk memilih dan melakukan gaya hidup yang positif dan terhindar dari HIV/AIDS.

Selain itu, dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solok dan Provinsi Sumatera Barat yang juga hadir sebagai pembicara menginformasikan kepada remaja dan peserta yang hadir tentang seks, gender, dan seksualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Rizko Endah Nugrah, siswa SMA 10 Padang merasa beruntung hadir dan mengikuti talkshow tentang HIV/AIDS ini. Hal ini diungkapkannya karena acara ini sangat membantu remaja dalam hal ilmu pengetahuan. Remaja bisa mengetahui dan mengerti informasi seputar HIV/AIDS.

“Acara ini sangat membantu sekali bagi remaja karena kebanyakan remaja kurang mengetahui tentang HIV AIDS, baik itu penyebab, ciri-ciri maupun tindakan penanggulangannya. Oleh sebab itu,  kegiatan ini harus dilakukan dan ditingkatkan lagi terutama di kota-kota besar lainnya,” tutur Rizko kepada inioke.com setelah acara selesai.

Lain halnya dengan Rizko, Sulastri yang juga berasal dari SMA 10 Padang mengungkapkan bahwa acara ini menginspirasi dan penuh ilmu pengetahuan. Sulastri mengaku dirinya bisa menjadi tahu tentang HIV/AIDS dan pengetahuan yang sebelumnya hanya setengah sekarang bisa menjadi penuh.

“Acaranya sangat menginspirasi, banyak dapat pengetahuan, dan dari hal yang tidak tahu menjadi tahu. Kemudian hal yang hanya didapat atau diketahui setengah menjadi penuh dan ilmu ini bisa di share kepada orang lain sehingga dapat bermanfaat bagi kita bersama,” kata siswi yang datang bersama lima orang temannya ini. (ade)