Rubrikasi /

Metro TV On Campus di Unand

Menariknya Jurnalisme Warga di Wide Shot

Inioke.com , Kamis, 21 Maret 2013 21:49 wib

Sumi Yang menjelaskan tentang jurnalisme warga. (gry/inioke)

Padang sebenarnya memiliki banyak hal menarik untuk diekspos. Sayangnya, jurnalisme warga masih belum berkembang di sini. Begitu kata news anchor Metro TV, Sumi Yang, dalam pelatihan jurnalistik Metro TV On Campus with Torabika Cappuccino di Hall Convention Center Unand, Kamis (21/3).

“Selama perjalan dari bandara ke sini, saya melihat antrean truk karena solar langka, kemudian saya dengar ada pungli di kampus ini, setiap bikin acara harus bayar, juga ada cerita tentang ikan larangan. Semuanya menarik untuk dilaporkan dan diinformasikan kepada masyarakat. Namun belum banyak di sini yang merekamnya dan mengirim ke Wide Shot Metro TV,” kata Sumi.

Jurnalisme warga merupakan informasi atau laporan langsung dari warga tentang suatu hal seperti kerja jurnalistik. Informasi yang dilaporkan tersebut terkadang tidak diketahui oleh wartawan atau jurnalis profesional, sehingga bisa membantu masyarakat mendapatkan informasi tersebut. Di Indonesia jurnalisme warga ini dimulai sejak gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 silam.

“Secara tidak langsung, sebenarnya kita sering melakukan jurnalisme warga ini. Twitpic misalnya, dengan smartphone kita memotret suatu peristiwa kemudian share dengan kawan-kawan lainnya. Atau video, hanya dengan modal smartphone kita bisa merekam sebuah peristiwa penting, yang bisa saja tidak ada wartawan di sana saat itu,” tutur presenter berita berbahasa Mandarin, Metro Xin Wen ini.

Diungkapkan Sumi, Wide Shot di Metro TV hadir untuk menampung karya-karya yang direkam masyarakat tersebut. Ada ribuan video jurnalisme warga yang masuk ke Wide Shot dan diseleksi untuk tayang dari pukul 13.00-17.00 tersebut.

Dihadapan ratusan peserta pelatihan jurnalistik, yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa, Sumi Yang menerangkan tentang kategori berita jurnalisme warga, peristiwa dan feature. Peristiwa tentang berbagai hal penting dan berdampak. Berita peristiwa ini harus aktual dan singkat dengan durasi 3 menit. Sedangkan feature (berita inspirasi) tentang berbagai hal yang bisa dijadikan inspirasi.

Sumi mencontohkan rekaman jurnalisme warga ini dengan menayangkan tiga video kiriman warga ke wide shot. Pertama petani nekat yang menggunakan flying fox untuk menyebrangkan hasil kebunnya. Hal berbahaya tersebut mereka lakukan karena tidak ada jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut.

“Perannya jurnalisme warga di sini, ikut memantau kerja pemerintah,” kata Sumi.

Video kedua rekaman peristiwa angin puting beliung di Desa Gentan. Kemudian, video ketiga, feature atau berita inspiratif tentang semangat hidup seorang pria dewasa tanpa tangan. Pria yang sehari-hari sebagai pemulung tersebut mengerjakan segala sesuatu dengan kaki, karena kedua tangannya buntung. Semangat hidup dan bekerja keras pria tersebut bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat yang menontonnya.

“Pertama kali nonton video ini saya menangis,” ujar Sumi.

Disampaikannya, langkah praktis untuk menghasilkan karya jurnalisme warga adalah merekam peristiwa dengan smartphone, menulis berita singkat, dan mengirim berita secara cepat. “Kita harapkan dari Padang lebih banyak mengirimkan berita ke Wide Shot,” katanya mengakhiri sesi pelatihan jurnalisme warga tersebut. (gry)