Padang, inioke.com–Penambahan signifikan orang positif COVID-19 terjadi lagi di Sumbar. Jika hari sebelumnya 148 orang, melonjak jadi 172 orang positif COVID-19 hari ini. Artinya, ada penambahan 24 orang hari ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar, Jasman Rizal, menyampaikan penambahan tersebut berasal dari Kota Padang 8 orang, Padang Panjang 13 orang, dan Payakumbuh 3 orang.

Hasil pemeriksaan kasus PDP dan OTG di Kota Padang oleh tim Laboratorium FK Unand, tambahan 8 orang positif COVID-19 dengan rincian, 2 orang di Kecamatan Lubuk Begalung, 3 orang di Padang Timur, 1 orang di Padang Barat, 1 orang di Pauh, dan 1 orang di Koto Tangah. Dengan demikian total warga padang positif COVID-19 menjadi 107 orang.

Berikutnya, 13 orang tenaga medis di RSUD Padang Panjang. Temuan ini merupakan kasus pertama positif COVID-19 di kota serambi mekah tersebut. Para tenaga medis tersebut diduga tertular dari pasien yang juga positif COVID-19. Saat ini 13 orang tersebut telah diisolasi di RSUD Padang Panjang. Pelayanan rumah sakit itu pun ditutup sementara, sembari melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan para tenaga medis ini.

Baca juga :  Universitas Taman Siswa Padang Jalin Kerjasama dengan Enam Mitra Kerja

“Terbanyak yang dinyatakan positif hari ini adalah dari Kota Padang Panjang, yaitu 13 orang. Mereka adalah tenaga kesehatan di RSUD Kota Padang Panjang mulai dari dokter, bidan dan perawat sebanyak 11 orang. Anggota Satpol PP 1 orang dan sekuriti 1 orang. Rincian jenis kelaminnya adalah, 8 orang perempuan dan 5 orang laki-laki,” jelasnya.

Sementara dari Payakumbuh, merupakan hasil penelusuran dari pasien positif sebelumnya. Ketiganya kemungkinan satu kluster dengan pasien positif pertama. Saat ini ketiganya sudah dikarantina dan isolasi oleh Pemko Payakumbuh.

Jasman melanjutkan, kita patut bersyukur, karena terdapat penambahan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 5 orang. Mereka berasal dari Pasie Nan Tigo, Sawahan, Kuranji, Korong Gadang dan Anduriang.

“Dari 172 orang yang positif, dengan rincian 64 orang dirawat di berbagai rumah sakit, isolasi mandiri di rumah 36 orang, karantina di Bapelkes Gunuang Pangilun 16 orang dan BPSDM 11 orang, meninggal dunia 15 orang dan sembuh 30 orang,” tuturnya.

Justru Menggembirakan

Kepala Pusat Diagnostik Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, Andani Eka Putra, mengatakan trend lonjakan pasien positif COVID-19 di Sumbar justru menggembirakan. Karena sebagian besar kasus positif itu adalah orang tanpa gejala (ODP dan OTG) yang aspek pentingnya adalah mereka kelompok yang dapat menularkan penyakit pada orang lain.

Baca juga :  Daerah Belum Terinfeksi COVID-19 Agar Menerapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

Kondisi tersebut, kata Andani, juga menggambarkan kemampuan Sumbar dalam pengendalian dan penanganan COVID-19, terutama dalam memutus rantai penularan.

“Tidak banyak provinsi lain yang bisa melakukannya hingga hari ini. Mereka masih dihadapkan dengan deteksi pasien dalam pengawasan (PDP),” tukasnya.

Dokter yang memimpin pemeriksaan swab pasien di Laboratorium Biomedik FK-Unand ini menyebut ketepatan dan kecepatan Sumbar dalam mendeteksi sumber penularan secara dini menggunakan PCR bagian dari proses penanganan pandemi COVID-19 yang tujuannya memutus rantai penularan. Bila upaya ini sukses, maka Sumbar diperkirakan tidak akan mengalami puncak, seperti halnya di Korea Selatan.

“Indikatornya saat ini sudah mulai terlihat, di mana PDP yang positif COVID-19 semakin menurun. Sebaliknya ODP dan OTG yang positif semakin meningkat. Pada prinsipnya apa yang dilakukan di Sumbar sudah mengarah apa yang direkomendasikan WHO terkait wabah,” pungkasnya.

Bahkan jika trend seperti ini bisa dipertahankan, di mana deteksi dini diperluas dan diperbanyak, isolasi dan karantina dilakukan bahu membahu semua komponen, pemahaman masyarakat semakin membaik, pengawasan terhadap pendatang dilakukan dengan ketat, diperkirakan pada Juni atau Juli, mungkin Sumbar akan terbebas dari COVID-19. (gyn)

Baca juga :  PT Pos Indonesia dan Pemkab Mentawai Disain Khusus Penyaluran BST