Tanah Datar, inioke.com–Perkembangan dan pertumbuhan pondok/rumah tahfizh (RT) di Tanah Datar berada pada kondisi yang sangat menggembirakan. Ini terlihat hingga Oktober 2020 ada 183 buah yang tersebar di 14 kecamatan di Luhak Nan Tuo, yang lima tahun lalu hanya ada 6 buah saja.

“Hal ini tercapai berkat dukungan dan kemauan kita semua dan juga berkat komitmen dalam bungkusan cita-cita Pemda Tanah Datar yang ingin menjadi Kabupaten Tahfizh,” ujar Kepala Bagian Kesra Afrizon di hadapan Bupati Tanah Datar, Rektor IAIN dan undangan pada acara Launching Program Pendidikan Guru (PPG) Tahfizh yang merupakan kerjasama IAIN Batusangkar, Pemda Tanah Datar dan Yayasan Hj Syarifah Gani Jakarta, di Auditorium 1 IAIN Batusangkar, Senin (9/11)

Afrizon menambahkan, pelaksanaan program ini berawal dari sharing informasi dengan penggiat tahfizh dan Yayasan Hj Syarifah Gani Jakarta, tentang apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan dan kesuksesan program tahfizh di Tanah Datar.

“Dalam bincang-bincang, kita menyampaikan pendidikan khusus untuk guru tahfizh belum pernah terlaksana, padahal guru menjadi tiang utama untuk kesuksesan program ini, para guru yang ada sebagian besar masih belajar otodidak. Berangkat dari itu, Alhamdulillah Yayasan ini berkenan dan mau menjadi donatur pelaksanaan program kita ini dan IAIN Batusangkar juga mendukung penuh,” ungkap Afrizon.

Baca juga :  Desrio Putra : Pembangunan Jalan Tol Sumbar- Riau Jangan Abaikan Aspirasi Masyarakat

Pada pelaksanaan perdana dan pertama di Indonesia ini, tambah Afrizon, ada 47 calon guru tahfizh yang syaratnya merupakan mahasiswa IAIN Batusangkar, minimal miliki hafalan Mutqim 1 Juz.

“Dari hasil seleksi ada 20 mahasiswa yang dinyatakan lulus, 8 putra dan 12 putri yang nantinya akan kita asaramakan selama 6 bulan dan diakhir nanti diharapkan hafalannya bisa mencapai 5 juz yang nantinya juga akan beri sertifikat lulus,” tukas Afrizon.

Sementara itu secara virtual Syaiful Zen dari Yayasan Hj Syarifah Gani Jakarta menyampaikan, perhatian Pemerintah Tanah Datar terhadap pelaksanaan program Tahfizh menjadi alasan utama Yayasannya membantu pelaksanaan program PPG Tahfizh ini.

“Kita lihat perhatian Pemda dan perkembangan rumah tahfizh yang semakin berkembang ditambah lagi semangat dan kerja keras Kabag Kesra bersama pihak terkait lainnya, telah membuat kami ingin turut ikut dalam program tahfizh ini dan Alhamdulillah, kami bisa membantu pelaksanaan PPG ini,” ujarnya.

Namun, tambah Syaiful Zen, tentunya keberhasilan pelaksanaan program ini diharapkan juga, terutama kepada calon guru tahfizh yang diberi pelatihan untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya.

Baca juga :  Tim FISIP Unand Dampingi Program Kejar Mutu Sekolah Dasar di Kepulauan Mentawai

Hal senada disampaikan Wakil Rektor III IAIN Tanah Datar, Sirajul Munir, IAIN sangat mengapresiasi dan menyambut baik gebrakan dari Pemerintah Daerah dan Yayasan Hj Syarifah Gani Jakarta.

“Tentunya dengan pelaksanaan PPG Tahfizh ini diharapkan hadir guru profesional akan lahirkan generasi penghafal Al Qur’an yang semakin banyak di Tanah Datar, dan IAIN insya Allah akan mendukung pelaksanaan kegiatan ini ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Nuryedisman mengungkapkan, selama masa kepemimpinan Almarhum Bupati Irdinansyah Tarmizi bersama Wabup Zuldafri Darma periode 2016-2021, bidang agama terutama perkembangan pondok/rumah tahfizh menjadi salah satu program prioritas.

“Perkembangan Rumah Tahfiz di Tanah Datar sudah semakin meningkat dan ini tentunya sangat menggembirakan sekali karena bisa melahirkan generasi Tanah Datar yang agamis,” ujarnya.

Pencapaian itu, tambah Nuryedisman, bisa dilihat dari pelaksanaan program Waqaf 1000 hafizh di Tanah Datar.

“Program waqaf 1000 hafizh pesertanya adalah generasi muda penghafal Al Qur’an telah kita laksanakan setiap tahun dan Alhamdulillah beberapa waktu lalu ditengah kondisi saat ini kegiatan Waqaf 1000 Hafizh ke V tahun 2020 telah selesai dilaksanakan,” tambahnya.

Baca juga :  15 Orang Penerima Beasiswa Jurnalistik Diundang ke inioke.com

Di akhir penyampaiannya Nuryedisman berharap program ini dapat dilanjutkan untuk tahun-tahun mendatang.

“Beberapa waktu ke depan kita akan mengalami perubahan pimpinan daerah, karena Tanah Datar akan menghadapi Pilkada, namun tentunya siapapun yang terpilih nantinya kita berharap program Kabupaten Tahfizh dengan peningkatan kualitas dan kuantitas Pondok/Rumah Tahfizh serta para hafizh dan hafizhah tetap menjadi salah satu program utama untuk dilaksanakan,” tutupnya. (rilis/ioc)