Padang, inioke.com–Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumbar Maulana Yusran pada jumpa pers daring yang difasilitasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar mengungkapkan 2.500 karyawan hotel di Sumbar dirumahkan akibat wabah COVID-19.

“Untuk saat ini karyawan dicutikan sementara. Akan tetapi gaji mereka tidak dibayarkan. Memang ada beberapa hotel yang masih kuat menggaji karyawannya yaitu separuh gaji dari gaji sebelumnya. Akan tetapi tidak semua hotel,” katanya.

Perumahan karyawan ini, katanya, beberapa hotel di Sumbar sudah tutup sementara. Dari 80 hotel yang ada, 26 hotel sudah tutup dan merumahkan karyawannya.

“Diperkirakan akan ada lagi hotel yang akan tutup setelah ini,” ujar Maulana.

Sebagian besar hotel yang tutup itu berada di Kota Padang, seperti, hotel Amaris, Hangtuah, dan beberapa hotel lainnya. Selebihnya terdapat di Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanahdatar, dan Kepulauan Mentawai.

“Sampai saat ini member PHRI di Sumbar membuat kesepakatan dengan pekerjanya, yaitu dengan cara merumahkan karyawan untuk sementara waktu dan menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja atau PHK,” tutur Maulana. (GYN)

Baca juga :  58 Tenaga Medis Dikarantina, Pelayanan Puskesmas Tarusan Tutup