Padang, inioke.com–Menerima asimilasi 26 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Muaro Padang, melakukan sujud syukur. Mereka merasa gembira bisa keluar penjara.

“Saya sangat senang mendapatkan asimilasi ini, karena tidak pernah menyangka sebelumnya bisa keluar dari penjara secepat ini,” kata salah seorang narapidana Saprianto (22), di Padang, Rabu (1/4). Ia masuk ke Lapas Padang sejak 2018, dengan masa hukuman selama dua tahun sepuluh bulan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh warga binaan lainnya Irwan K (48) yang dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun.

“Saya masuk penjara sejak 2010, dan bersyukur bisa menerima asimilasi saat ini. Saya tidak akan mengulangi perbuatan yang sama,” katanya.

Usai menjalani sejumlah proses administrasi di dalam Lapas, 26 warga binaan itu menerima beberapa pengarahan dari Kepala Kanwil Kemenkumham Sumbar Suharman, Kadiv Pemasyarakatan Budi Situngkir, dan Kalapas Padang Arimin.

Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham Sumbar Budi Situngkir, mengatakan pemberian asimilasi itu adalah tindak lanjut dari instruksi Menteri Hukum dan HAM dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

Baca juga :  PMI Gandeng Eijkman untuk Mengembangkan Obat COVID-19 dari Plasma Darah

“Asimilasi diberikan kepada narapidana yang memnuhi syarat yakni menjalani setengah dari masa pidananya dan berkelakuan baik,” katanya.

Ia mengatakan setelah warga binaan ini menjalani dua per tiga masa hukuman akan diberikan SK integrasi lewat pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti jelang bebas.

“Narapidana yang mendapatkan asimilasi di rumah itu tetap akan dipantau oleh pihak Balai Pemasyarakatan,” imbuh Budi. (Gyn)