Padang, inioke.com–Keberadaan Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi, tempat menguji sampel swab, yang dipimpin dr Andani sangat penting dalam tatanan normal baru produktif dan aman covid-19 ini. Dengan adanya laboratorium ini, mata rantai penyebaran virus corona bisa dideteksi dengan cepat dan bisa segera diputus penularannya di saat masyarakat sudah mulai beraktifitas seperti biasa.

“Pendekteksian cepat penyebaran virus corona ini akan mampu memutus mata rantai penularan. Karena itu para petugas di lapangan hendaknya bekerja sungguh-sungguh, sehingga ini akan mampu memberi rasa aman, mengurangi rasa cemas dan khawatir masyarakat dalam beraktivitas,” ungkap Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, usai ratas dengan kepala OPD Pemprov Sumbar, kemarin.

Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini, lanjut Irwan, Pemprov Sumbar melalui laboratorium Unand telah melakukan tes swab kepada 27 ribu orang. Sedangkan, dalam progres antisipasi penyebaran covid-19, di Sumbar telah melakukan tracing lebih baik dibandingkan daerah lain.

“Kami menargetkan 1 persen atau sekitar 50 ribu. Saat ini, kemampuan tim dokter Andani memeriksa sampel swab mencapai lebih dari 1.500 perhari.¬†Bahkan, sekarang kita menjangkau para kalangan pelaku pariwisata, melakukan swab test gratis di daerah yang negatif, bukan lagi sebatas ODP, PDP dan OTG,” ungkap Irwan.

Baca juga :  Gubernur Sumbar Bakal Usulkan Perda tentang Penerapan New Normal

Di samping itu, Irwan menyampaikan, masa pelaksanaan TNBPAC, pemerintah mulai masuk pada masa pemulihan ekonomi. Hal itu butuh dukungan dari masyarakat untuk menjaga diri dengan protokol kesehatan.

“Masyarakat seharus paham dan pentingnya budaya pakai masker sampai ada obat virus ini, baru bisa hidup normal seperti biasanya,” ulasnya. (mdj)