Padang, inioke.com–Uji sampel pasien COVID-19 bisa dilakukan di laboratorium biomedik Universitas Andalas (Unand) Padang. Hasilnya bisa diketahui dalam kurun waktu maksimal 24 jam atau sehari.

“Sarana prasarana serta sumber daya manusia kami sudah memadai. Setidaknya untuk diagnosis awal COVID-19, hasilnya bisa diketahui positif atau negatif,” kata Rektor Unand, Yuliandri, Selasa (18/3).

Dengan kecepatan proses penelitian di labor biomedik Unand, kata Yuliandri, pemerintah daerah dan pihak terkait bisa lebih cepat mengambil kebijakan dalam penanganan pasien suspect corona.

“Ini sekaligus bentuk pengabdian Unand untuk masyarakat Sumbar,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubenur Sumbar Nasrul Abit akan menjembatani laboratorium Unand bisa segera mendapatkan legalitas dari Litbangkes Kementerian Kesehatan sehingga bisa dimanfaatkan menguji sampel pasien corona.

Selama ini pengujian sampel dilakukan satu pintu. Namun karena sampel seluruh Indonesia masuk ke situ, Litbangkes Kemenkes juga kewalahan.

Untuk mengetahui hasil sampel pasien suspect coronavirus dari Litbangkes tersebut minimal butuh empat hari bahkan bisa lebih.

Rentang waktu yang cukup lama itu membuat pemerintah daerah tidak bisa mengambil kebijakan yang tepat dalam waktu cepat sebagai langkah antisipasi selain memasukkan pasien dalam ruang isolasi.

Baca juga :  Dilepas Ninik Mamak dan Bundo Kanduang, Taslim-Syafrizal Mendaftar ke KPU Agam

Saat ini di RSUP M Djamil sebagai RS rujukan di Padang terdapat 10 orang pasien yang dirawat di ruang isolasi. Pasien itu 7 suspect MERS CoV dan 3 suspect coronavirus (COVID-19). Namun, statusnya saat ini masih suspect karena hasil laboratorium dari Litbangkes Kemenkes belum sampai di Padang. (io/ant)