Padang, inioke.com–Jumlah dinyatakan positif COVID-19 hingga hari ini (9/5) mencapai 286 orang. Rincian 117 orang dirawat diberbagai rumah sakit, isolasi di daerah 53 orang, karantina di Bapelkes 14 orang dan di BPSDM 32 orang, meninggal dunia 17 orang dan sembuh 54 orang.

Jumlah tersebut sudah masuk penambahan 16 orang hari ini dari Kota Padang, Kabupaten Solok, Agam, dan Limapuluh Kota. Dilihat dari data orang yang terpapar positif tersebut, tenaga kesehatan paling berisiko terinfeksi COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, penambahan 16 orang warga Sumbar positif terinfeksi hari ini berdasarkan hasil swab test Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang dipimpin dr Andani Eka Putra dan Balai Veteriner Bukittinggi.

“Dari Kabupaten Limapuluh Kota 1 orang, Kabupaten Agam 1 orang, Kota Padang 13 orang dan Kabupaten Solok 1 orang,” katanya, Sabtu (9/5).

Jasman merinci data tambahan 16 orang tersebut. Kabupaten Limapuluh Kota, seorang laki-laki berusia 59 tahun, warga Jorong Manggilang, Pangkalan. Pekerjaan karyawan toko, terinfeksi karena kontak dengan orang terkonfirmasi positif, penanganan isolasi mandiri. Temuan ini kasus positif COVID-19 pertama di Limapuluh Kota.

Baca juga :  KPU Sumbar Uji Publik Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Serentak Lanjutan 2020

Kemudian, Kabupaten Agam, seorang perempuan berusia 32 tahun, warga Lubuk Basung, pekerjaan tenaga kesehatan. Terinfeksi karena kontak dengan orang terkonfirmasi positif, penanganan isolasi mandiri.

Kota Padang masih bertahan dengan penyumbang kasus terbanyak. Hari ini ada 13 orang di Padang yang kena corona, yaitu, perempuan berusia 46 tahun, warga Ikua Koto, pekerjaan Pedagang Pasar Raya, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri.

Perempuan berusia 42 tahun, warga Banda Puruih, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi pada saat bekerja, penanganan isolasi mandiri.

Perempuan berusia 39 tahun, warga Kuranji, pekerjaan Karyawan Toko Pasar Raya, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri.

Laki-laki berusia 32 tahun, warga Pamancuangan, pekerjaan wiraswasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganannya isolasi mandiri.

Perempuan berusia 32 tahun, warga Pamancuangan, pekerjaan IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri.

Perempuan berusia 28 tahun, warga Kalumbuak, pekerjaan cleaning service, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri.

Baca juga :  Lindungi Pasien dari Penyebaran Wabah COVID-19, RSUP M Djamil Batasi Pembesuk

Perempuan 25 tahun, warga Lubuk Begalung, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri.

Perempuan berusia 27 tahun, warga Ampang Karang Gantiang, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri.

Perempuan berusia 28 tahun, warga Adinegoro Lubuk Buaya, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri.

Laki-laki berusia 25 tahun, warga Pauh, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri.

Laki-laki berusia 50 tahun, warga Kuranji, pekerjaan tenaga kesehatan, penanganan isolasi di Bapelkes.

Laki-laki berusia 49 tahun, warga Limau Manih, pekerjaan tenaga kesehatan, penanganan isolasi di Bapelkes.

Bayi 9 Bulan, warga Pauh, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri.

Terakhir di Kabupaten Solok bertambah 1 orang, perempuan berusia 49 tahun warga Bukik Kanduang, pekerjaan ibu rumah tangga, terinfeksi karena mengantarkan adik iparnya melahirkan di RSUD Padang Panjang tanggal 23 April 2020, penanganan isolasi mandiri. (gyn)

Baca juga :  Hendri Septa Apresiasi Kinerja Dinas Perdagangan Kota Padang Masa Pandemi Covid-19