Sekitar 30 juta ekor anjing dibantai setiap tahunnya untuk dimakan di seluruh Asia

Pemerintah Siem Reap menyampaikannya pada Senin (7/7) bahwa mereka melarang penjualan dan konsumsi daging anjing. Siem Reap adalah provinsi di Kamboja menjadi pertama di negara itu yang melarang.

Provinsi ini lebih dikenal sebagai tempat berdirinya kompleks Candi Angkor Wat, merupakan destinasi utama bagi orang-orang asing di Kamboja dan salah satu kota pariwisata paling populer di Asia Tenggara.

AFP melaporkan, larangan ini disertai hukuman maksimal lima tahun atau denda sekitar 7 sampai 50 juta rel (24 sampai 170 juta rupiah).  Keputusan ini mengikuti kebijakan sama di beberapa kawasan di Asia dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur kementerian pertanian, kehutanan dan perikanan di Siem Reap, Tea Kimsoth, menyebutkan kepada Reuters News Agency bahwa pariwisata membuat daging anjing laku di daerah tersebut.

Kementerian menyebutkan bahwa perdagangan daging anjing menyebabkan “anarki” dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan rabies dan berbagai penyakit lainnya yang menyebar dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Baca juga :  Seorang Pasien Dalam Pengawasan Asal Tanah Datar Meninggal

Konsumsi daging anjing bukanlah hal yang umum di Kamboja. Menurut kelompok pecinta binatang Charity Four Paws hanya terdapat kurang dari 12% orang yang memakannya sebagai makanan sehari-hari. Tetapi organisasi itu menyebutkan Provinsi Siem Reap sebagai pusat perdagangan anjing di negara itu,  sedangkan  praktik tersebut masih diizinkan di daerah lain di Kamboja.

“Daging anjing menjadi lebih populer berbarengan dengan datangnya orang-orang asing, terutama orang-orang Korea (Selatan),” kata Kimsoth sperti yang dikutp dari BBC.

Sekitar 3 juta anjing dibantai untuk konsumsi dalam industri daging anjing di Kamboja. Ratusan ribu binatang diangkut dari Siem Reap ke berbagai daerah lain setiap bulan, termasuk ibukota, Phnom Penh.

The Independent melaporkan sebuah penyelidikan oleh kelompok pecinta binatang internasional Four Paws menemukan sebuah rumah potong khusus anjing dan lima area perdagangan anjing di Siem Reap. Selain itu, terdapat 21 restoran yang menyajikan sekitar 2.900 anjing setiap bulannya.

Charity Four Paws menyambut larangan tersebut.

“Kami harap Siem Reap akan menjadi model bagi wilayah lain di negara itu dalam perlindungan terhadap jutaan anjing,” Dr. Katherine Polak, kepada Charity di Asia Tenggara.

Baca juga :  Tindakan Arogan Petugas PSBB di Lubuk Paraku terhadap Ketua KPU Sumbar, Dari Berkata Kasar hingga Postingan Facebook

Menurut Humane Society International (HIS), 30 juta ekor anjing dibantai setiap tahunnya untuk dimakan di seluruh Asia.

Pada April lalu, Shenzhen menjadi kota pertama di Cina yang melarang memakan anjing dan kucing. Negara bagian Nagaland di timur laut India juga melarang impor, perdagangan dan penjualan daging anjing awal bulan ini. (Patra)