Padang, inioke.com–Informasi yang disampaikan media harus ada efeknya bagi masyarakat, sehingga mengedukasi masyarakat tentang pandemi covid-19.

“Media bertanggungjawab memahami karakter dan dasar-dasar penyakit ini. Kita harus belajar sepanjang hayat,” ujar dr Syandrez Prima Putra dari Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, dalam Pelatihan Penulisan Pandemik Covid-19 Remaja dan Jurnalis Muda se-Sumatra Barat di Hotel Rangkayo Basa, Minggu (19/7).
Dengan informasi yang benar dan sesuai fakta, lanjut Syandrez, muncul perubahan prilaku masyarakat menyikapi covid-19.

“Media menjembatani bahasa ilmiah ke bahasa yang dipahami masyarakat sehingga dapat dipertanggungjawabkan sesuai fakta dan tidak menyesatkan,” tutur dr Syanders.

Menyambung dr Syandrez terkait covid-19, materi berikutnya disampaikan tokoh literasi Indonesia, Yusrizal KW, yang memaparkan teknik menulis dan literasi jurnalisme agar menjadi jurnalis berwawasan.

Saat ini, kata Yusrizal KW, masyarakat harus berpikir soal literasi kesehatan. Jurnalis sebagai penulis harus menyampaikan ini dengan benar demi masa depan umat manusia. Untuk menulis dengan benar dan sesuai fakta, jurnalis harus memiliki wawasan dan pengetahuan tentang apa yang ditulisnya.

Baca juga :  Desrio Putra Bersama TABIR Gelar Aksi Penyemprotan Cegah COVID-19

“Kita butuh jurnalis yang penulis dan penulis yang menulis,” ujar founder inioke.com ini.

Jurnalis yang berwawasan, lanjut Yusrizal KW, yang akan menangkal hoaks yang beredar di masyarakat. Karena informasi yang disampaikannya sesuai fakta dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Jurnalis yang berwawasan akan menyampaikan informasi dari sumber atau pakar yang memang ahli di bidangnya. Sifatnya konfirmasi. Tidak mereka-reka peristiwa yang terjadi,” ungkapnya.

Di samping itu, tuturnya, jurnalis harus bisa menciptakan pertanyaan untuk narasumbernya. Trik menulis, katanya, tidak bisa lepas dari latihan.

“Harus banyak latihan dan menciptakan ide untuk ditulis,” tandasnya.

Sementara itu, materi penulisan feature dan indepth news disampaikan Pemred Harian Khazanah, Eko Yanche. Dalam uraiannya, menulis feature tidak semudah menulis berita. Jurnalis harus memiliki referensi dan kemampuan menulis panjang.

“Feature harus ada unsur faktanya. Kalau tidak bisa dianggap karya fiksi. Orang yang menulis feature biasanya telah selesai dengan persoalan menulis berita. Selain itu, memiliki ide yang menarik untuk ditulis secara mendalam berdasarkan fakta di lapangan,” paparnya.

Baca juga :  Anggota DPR RI Darul Siska Salurkan 1000 Paket Sembako di Kabupaten Solok

Pelatihan ini diselenggarakan sumbarsatu.com bekerjasama dengan inioke.com, dan disponsori JERF Google News Initiative. Diikuti oleh 30 remaja dan jurnalis muda se Sumatra Barat. (ioc)