Agam, inioke.com–Data terbaru positif COVID-19 di Agam bertambah 2 orang lagi, yaitu anak dari masing-masing pasien positif sebelumnya. Dengan demikian 4 orang positif COVID-19 di Agam.

“Tambahan kasus dari anak pasien 01 (Padang Tarok) dan anak pasien 02 (Koto Baru),” kata Bupati Agam, Indra Catri, dalam konferensi video, Senin malam.

Indra Catri menjelaskan, hasil tracing level I dari pasien 02 sebanyak 6 orang. Dari 01 sebanyak 2 orang. Delapan orang itu berinteraksi dengan keduanya. Kemudian, dari hasil pemeriksaan swab mereka, salah seorang anak 02 dan anak 01 dinyatakan positif COVID-19.

“Khusus anak pasien 02 akan segera kita rujuk ke RSAM Bukittinggi untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan anak dari 01 sudah terlebih dahulu diisolasi di RSAM bersama orang tuanya,” ujar Indra Catri .

Indra Catri mengucapkan terimakasih kepada Kepala Laboratorium Biomedik Unand, Andani Eka Putra, karena dalam hitungan jam, Labor Unand berhasil menuntaskan pemeriksaan swab terhadap hasil tracing level I. Selain itu, ia juga mengapresiasi Balai Veetenier Baso yang telah memproses dengan cepat swab yang diajukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Agam .

Baca juga :  Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati terhadap Tersangka Pembunuhan Jamal Khashoggi

“Artinya, kita sangat terbantu dalam mengambil kebijakan dengan cepat keluarnya hasil swab ini,” kata Indra Catri.

Selanjutnya Indra Catri mengharapkan pemeriksaan swab terhadap hasil tracing level 2 dapat diselesaikan hari ini (5/5). Sehingga keragu-raguan dari masyarakat yang pernah berinteraksi dengan dua kasus pertama segera dapat dipastikan.

Kemudian, Indra Catri juga meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pelajaran penting yang perlu kita petik disini adalah transmisi lokal di Agam justru tetap terjadi pada saat PSBB diberlakukan. Ini menunjukan bahwa disiplin dan kepatuhan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Upaya kita untuk memutus rantai penyebaran dengan cara meredam pergerakan masyarakat belum sepenuhnya berhasil,” kata Indra Catri.

Diakui Indra Catri , sosialisasi yang intensif dilakukan selama ini sepertinya belum maksimal. Terbukti kasus 01 maupun 02 termasuk dalam kelompok usia lanjut dan rentan tapi justru tidak menghalangi mereka untuk bergerak.

Bahkan, lanjutnya, pasien 01 sebetulnya sudah dikategorikan oleh Gugus Tugas Kota Payakumbuh sebagai ODP dan harus mengisolasi diri namun buktinya bisa lolos untuk bolak balik Padang Tarok (Agam)-Payakumbuh.

Baca juga :  Saksikan Geladi Bersih, Warga Tak Sabar Tunggu Pembukaan MTQ Nasional XXVIII

Menurut Indra Catri, kejadian ini menuntut Agam menyempurnakan lagi cara bertindak bila PSBB jilid II diberlakukan di Sumbar.

“Apakah ada hubungan antara kasus 01 dengan 02, belum dapat dibuktikan. Sepertinya sangat berbeda. 02 berkemungkinan menjemput virus ke luar Agam lalu menularkan di Agam. Sementara 01 mengatarkannya ke Agam dan bisa jadi menyebarkannya,” jelasnya.

Ia mengaku sangat prihatin dan berharap penyebarannya belum begitu meluas. Tracing masih dalam proses dan belum bisa diambil kesimpulan dan tindakan lebih jauh.

“Saya bersama Forkopimda terus mengingatkan masyarakat, pengurus pasar serta pengurus masjid bahwa saat ini tidak waktunya lagi untuk berdebat tentang protokol penanganan COVID-19. Baik untuk aktivitas di masjid/surau, pasar dan tempat keramaian lainnya,” tegasnya, sembari mengajak masyarakat untuk mematuhi himbauan/maklumat ulama dan umara demi kebaikan bersama. (gyn)