Padang, inioke.com–Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan dimulai Rabu (22/4) mendatang. Untuk itu, Pemko Padang menyiapkan langkah-langkah kongkrit dan strategis.

“Seiring diterimanya usulan dari Gubernur Sumbar oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Kesehatan baru-baru ini, tentu kita harapkan semuanya bisa menyusun langkah-langkah siapa melakukan apa untuk kabupaten/kota se-Sumbar,” ungkap Wali Kota Padang, Mahyeldi, dalam rapat koordinasi kemarin. Rakor ini diikut oleh Wakil Wali Kota, Hendri Septa, Forkopimda, Sekda Amasrul, para Asisten dan pimpinan OPD terkait yang tergabung dalam Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Padang di Gedung Serbaguna Balai Kota Padang.

Sekaitan PSBB, menurut Mahyeldi beberapa poin-poinnya sudah diberlakukan di Kota Padang. Diantaranya diberlakukannya kebijakan pemindahan belajar mengajar di rumah, bekerja di rumah, urusan keagamaan, serta pembatasan perdagangan dan lain sebagainya.

“Saya kira memang upaya ini untuk lebih memantapkan, apalagi dalam penerapan PSBB ini nanti akan ada penegakkan aturannya. Tentu dengan itu akan lebih mempertegas dan lebih memaksimalkan lagi upaya kita dalam mempercepat memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Sumbar khususnya Kota Padang,” imbuhnya yang diiyakan Wakil Wali Kota Hendri Septa.

Baca juga :  Satpol PP Tanah Datar Bagikan Masker ke Pedagang Pasar Batusangkar

Teknis pelaksanaan PSBB ini akan dibicarakan dalam rapat lengkap Bupati/Wali Kota se-Sumbar melalui video conference bersama Gubernur, Senin (20/4) nanti.

“Setelah itu akan disepakati apa saja aturan-aturannya secara tertulis dari tingkat provinsi dan turun ke tingkat kabupaten/kota,” ujar Mahyeldi.

Sebelum pemberlakuan PSBB nantinya, ungkap Mahyeldi, Pemko Padang akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar 3 atau 4 hari.

“Kalau semua masyarakat sudah memahaminya baru PSBB kita berlakukan. Sehingga diharapkan semuanya dapat berjalan dengan lancar dan optimal,” tukasnya. (ino)