Padang, inioke.com–Program padat karya memberi pekerjaan baru di sektor infrastruktur bagi lebih 8.530 orang terdampak Covid-19 di Sumbar. Mereka akan terbantu beberapa bulan ke depan untuk mendapatkan penghasilan di tengah pandemi corona saat ini.

Erianto, salah seorang pekerja irigasi di Kamang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, dulunya berprofesi sebagai tukang ojek online di daerahnya. Karena sepinya orderan dia ikut bekerja sebagai buruh kasar membuat irigasi di daerahnya.

“Dengan kondisi saat ini, saya menjadi tukang irigasi di sini dan bisa mendapatkan penghasilan,” ujar Erianto.

Dia mengekui merasa lega saat ini secara ekonomi karena bisa mendapatkan pekerjaan meski kerja harian.

Erianto adalah salah satu pekerja dari ribuan pekerja yang direkrut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam program padat karya di Sumatra Barat.

Dalam pandemic covid 19 ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengutamakan pekerja yang terdampak Covid-19 dan tidak mendapatkan pekerjaan.

Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra V, Maryadi Utama, dalam musim pandemi Covid-19, pihaknya memfokuskan program padat karya di Sumbar.

Baca juga :  Pendiri Kompas Gramedia Meninggal Dunia

“Ada tiga kategori padat karya yang dilakukan Balai Wilayah Sungai Sumatra V untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19,” ujarnya.

Pertama padat karya tunai di 207 lokasi di 19 kabupaten dan kota di Sumbar dengan total nilai proyek Rp 40,3 miliar. Program ini akan menyerap tenaga kerja mencapai 4.140 orang.

Ketegori kedua, padat karya bidang irigasi, embung bendung, air tanah, sungai dan pantai dengan penyerapan tenaga kerja 2.106 orang.

Program ketiga adalah padat karya bidang kontruksi, total biaya proyek Rp 300 miliar.

”Kategori ini menyerap tenaga kerja 2.405 orang,” ujarnya.

Total tenaga kerja yang diserap pada program padat karya ini lebih 8.530 orang dan akan berlangsung tiga bulan ke depan. Mereka yang bekerja itu adalah masyarakat terkena PHK, pengangguran dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang ke Sumbar tidak mendapatkan pekerjaan.

Rata-rata penghasilan pekerja ini lebih dari layak. Mereka bisa mendapatkan Rp100 ribu sampai Rp130 ribu per hari.

Maryadi berharap agar masyarakat terkena dampak Covid-19 bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan, sehingga ekonomi masyarakat bisa pulih kembali. (io/rel)

Baca juga :  Pemprov Sumbar Raih Opini WTP Kedelapan