Limapuluh Kota–Belajar daring tidak memungkinkan untuk siswa baru Sekolah Dasar. Maka Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota menyusun strategi, guru mendatangi para siswa baru tersebut untuk belajar di rumah. Siswa dikumpulkan 5 orang di satu rumah yang berdekatan, kemudian guru mengajar mereka menulis dan membaca.

Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota, Indrawati, mengatakan, sistem jemput bola ini disiapkan mengingat kondisi sulit yang akan dihadapi guru SD untuk mengajar siswa kelas 1 SD dengan sistem daring.

“Kalau siswa kelas 1 SD itu akan belajar baca dan tulis, tentu tidak akan maksimal jika menggunakan metode daring seperti siswa lainnya. Sekarang kan sudah sistem zonasi, sehingga rumah siswa biasanya berdekatan dan dari daerah yang sama. Jadi tidak ada ceritanya siswa berasal dari daerah lain,” ujarnya, Jumat (19/6).

Dengan sistem ini, kata dia, tentunya siswa tidak akan belajar setiap hari. Namun, akan dijadwalkan sesuai dengan kesanggupan dari guru yang akan mengajar.

“Misalnya, kalau satu kelas itu 20 orang tentu akan dibagi empat shift. Jadi setiap siswa hanya belajar satu kali empat hari dengan guru, selebihnya dengan mempedomani modul yang akan diserahkan ke orang tua,” sebutnya.

Baca juga :  244 Orang Sembuh dari Covid-19 di Sumbar

Namun, ia menegaskan bahwa ini baru rencana yang telah disiapkan oleh Dinas Pendidikan Limapuluh Kota, karena pihaknya masih menunggu izin dari instansi terkait lainnya.

“Ini juga bergantung dan diserahkan kepada orang tua. Ini tidak akan dapat dilakukan ketika orang tua juga tidak mengizinkan karena mempertimbangkan kesehatan anak,” ujarnya. (mdj)