Pasaman, inioke.com– Seorang aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Haryadi (37 th) dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 setelah mengikuti Swab test di Puskesmas Sundatar, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Kamis (18/6) lalu.

Hasil positif terinfeksi Covid 19 ini diketahui setelah keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Minggu (21/6).

“Saya juga tidak menduga hasilnya bakal seperti itu, meski tidak ada mengalami gejala dan kondisi sehat-sehat saja, serta fisik dalam keadaan bugar,” ujar Haryadi, Senin (22/6/20).

Sebelum dinyatakan positif terinfeksi virus corona, Haryadi yang sehari-harinya sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuksikaping ini ikut berperan aktif bekerja memutus mata rantai Covid 19 di Kabupaten Pasaman.

Melalui aksi sosialisasi pola hidup sehat dengan mengedukasi warga memakai masker, bahkan tidak melalui belakang meja saja, melalui peran aktif turun ke pasar-pasar Haryadi ikut aktif terjun langsung ke pasar-pasar tradisional.

Baca juga :  KPU Melawan Corona

Dengan dinyatakan positif terinfeksi Covid 19, kini Haryadi harus mengikuti isolasi secara mandiri.

“Ya, kita harus menghormati hasil tes ini, meskipun tidak mengalami gejala-gejala apapun,” ujar Haryadi.

Setelah dinyatakan Covid, dia menghormati dan mematuhi aturan dan ketentuan protokol penanganan pasien Covid.

“Tidak usah dirawat di RS, isolasi mandiri saja di rumah, kalaupun ada kendala atau dirasakan ada yang sakit, segera dilaporkan teman-teman kesehatan,” sebut Haryadi.

Ingin temui istri dan anak di Jawa

Haryadi mengikuti swab bukan karena mengalami gejala sakit sebelumnya. Haryadi sengaja ikut swab ke Puskesmas Sundatar karena mendapat informasi sedang dilakukan tes swab massal oleh Dinas Kesehatan.

“Berhubung PSBB transisi di Jakarta akan segera berakhir, guna melengkapi syarat administrasi penerbangan, ingin memastikan diri sehat, eh taunya hasilnya positif,” jelas Haryadi.

“Sudah berharap bisa ketemu anak-anak dan istri, apa boleh buat hasilnya begitu,” imbuhnya.

Menurut Haryadi, dia terpaksa menunda lagi setelah hampir 5 bulan tak ketemu anak istri. (ioc)