Padang, inioke.com—Ketenagakerjaan salah satu sektor terdampak dari wabah COVID-19. Di Sumbar ada sekitar 7.638 tenaga kerja yang menerima imbas dari pandemi corona tersebut.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbar, Wilson mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data yang masuk Senin lalu, dengan rincian 7.216 orang yang dirumahkan dan 418 orang terPHK.

“Itu terdiri dari sektor formal dan informal, data ini akan kami laporkan ke Kementrian,” katanya.

Wilson menjelaskan prosesnya, data dikirimkan oleh HRD perusahaan dan kabupaten/ kota. Disnakertrans melakukan verifikasi terhadap data tersebut, sebab data yang dikirim ada yang ganda dan ada yang tidak lengkap.

“Datanya banyak sekali, tentu kami harus teliti juga memverifikasinya. Kita juga punya acuan formatnya dari pusat, kalau tidak terpenuhi kami tidak bertanggungjawab karena kami hanya menerima data yang ada,” sambungnya.

Alur selanjutnya, di Kementrian Tenaga Kerja nantinya data tersebut akan diverifikasi kembali, setelah itu Kementrian Tenaga Kerja akan mengirimkan data ke Kementrian Perekonomian, bagian Project Management Office (PMO) nanti yang akan menanganinya.

Baca juga :  Pendataan BLT Selesai, Padang "Mambagi" dalam Pekan ini

“Di PMO inilah nanti final datanya, siapa yang akan mendapatkan kartu pra kerja. Jadi bukan kami yang menentukan dan mengeluarkan kartu pra kerja itu, tapi kementrian

Selanjutnya, Kementrian Perekonomian yang akan mengirimkan email pada yang mendapatkan kartu pra kerja. Untuk kuota, dia mengatakan Sumbar mendapatkan kuota sebanyak 74.920 orang.

“Mudah-mudahan tercapai semua kuota ini, tentunya kita berharap terpenuhi. Untuk data tenaga kerja yang terdampak COVID-19 ini besok juga akan kembali kita update, dan dikirimkan ke pusat karena itu berpotensi terus bertambah,” tuturnya.

Secara umum, tenaga kerja yang paling banyak terkena imbas COVlD-19 adalah bagian pariwisata seperti perhotelan, dan yang lainnya. (GYN)