Padang Panjang, inioke.com–Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan asesmen lapangan (AL) secara daring terhadap Program Studi Seni Karawitan, Institute Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang secara Virtual 2 – 3 November 2020. Asesmen kali ini dilakukan secara daring sehubungan dengan masa pandemi Covid-19.

Asesmen yang dilakukan secara daring ini tetap mengacu pada Pedoman Asesmen Lapangan sesuai instrumen yang digunakan, yaitu instrumen akreditasi 7 standar versi 3.0 (IAPT 3.0). sebagaimana diatur dalam Peraturan BAN-PT Nomor 3 Tahun 2019. Yang membedakan adalah pada modus asesmennya, seperti proses wawancara, konfirmasi data dan informasi yang dilakukan melalui video conference dengan modality online meeting yang tersedia.

Hadir pada kegiatan tersebut, Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, Dekan FSP, Novesar Jamarun beserta jajaran, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Desmon, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Maiharman, Tim Assesor dari Ban PT dan Alumni dari Prodi Karawitan.

Fadly Amran mengatakan Institut Seni Indonesia Padang Panjang khususnya di Prodi Karawitan merupakan sebuah potensi yang sangat luar biasa dalam hal pelestarian budaya.

Baca juga :  705 Sampel Swab : Positif 11 Orang, Sembuh 23 Orang dan Negatif 671 Orang

“Kami meyakini ISI Padang panjang mempunyai tugas yang sangat luar biasa yaitu mempertahankan seni dan budaya Minangkabau dengan slogan yang dimiliki yaitu sebagai garda terdepan dalam reservasi ataupun mempertahankan budaya Melayu khususnya budaya Minangkabau,” kata Fadly Amran saat memberikan sambutan secara virtual di Balaikota setempat, Senin (2/11).

Hal ini, lanjutnya, dibuktikan dengan pendekatan melalui pertunjukan melalui festival atau  pertunjukan yang langsung kepada masyarakat, terutama kaum milenial.

“Saat ini ada beberapa tempat seperti spot amphitheater yang sedang kami bangun. Ini pun nanti akan bekerja sama dengan lulusan dari Institut Seni padang Panjang. Kami memang mengkonsep bagaimana kota Padang Panjang ini bukan hanya menjadi kota tujuan kuliner, kota wisata pendidikan, kota pendidikan, kota tujuan pendidikan tetapi juga kota pertunjukan,” ungkapnya.

“Kota Padang Panjang sebagai gudangnya anak-anak muda kreatif. Seniman kreatif nantinya bisa membuat pertunjukan karawitan interaktif seperti yang ada di Jakarta. Karena ketika itu saya yakin juga pengunjung di Sumatera Barat pun juga akan melihat Padang Panjang bukan hanya sekedar wisata pendidikan, pergi ke pesantren-pesantren atau pergi ke kuliner, tetapi juga bisa melihat pertunjukan dari anak-anak muda yang kreatif ini. Dan ini saya rasa merupakan salah satu sumbangsih dari prodi karawitan terhadap pembangunan kota Padang Panjang khususnya di lima tahun kepemimpinan saya ini,” tambahnya.

Baca juga :  Menteri Agama Imbau agar Perbanyak Porsi Daging Kurban untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Disamping itu, ia melihat penghargaan di bidang seni adapun karya-karya, baik itu karya tulis ataupun karya seni, semakin hari semakin tinggi.

“Tugas kita sekarang yaitu bagaimana mencarikan alternatif atau pun dorongan kepada seniman kita yang lahir dari Institut Seni Padang Panjang supaya di luar sana pun mereka bisa memiliki fighting spirit, bisa bersaing dengan seniman-seniman nasional atau pun internasional,” pungkasnya. (ioc/rls)