Padang Panjang, inioke.com–Festival layang layang darek. Atau disebut juga Alek Nagari Alang-Alang Padang Panjang Batipuah X Koto, direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 20 September 2020 mendatang di kawasan Desa Wisata Kubu Gadang, Ekor Lubuak, Kecamatan Padang Panjang Timur.

Kegiatan atau festival layang-layang tersebut, merupakan gagasan yang lahir dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kubu Gadang beserta Niniak Mamak di Kanagarian Gunuang, LPM , Pemuda, Karang Taruna dan unsur lainnya.

Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, saat menerima audiensi dari Pokdarwis Kubu Gadang beserta Niniak Mamak Kanagarian Gunuang, LPM dan Karang Taruna di Balaikota, Senin, (31/08), menyambut baik terlaksananya kegiatan tersebut.

Menurut Fadly, layang-layang adalah permainan generasi muda di Minangkabau yang sudah berlangsung sejak turun temurun dan memiliki makna adat dalam setiap kegiatannya.

Ini merupakan ide gagasan yang sangat luar biasa dari masyarakat, khususnya di Ekor Lubuak dan Niniak Mamak di Kanagarian Gunung.

“Festival layang layang di musim Covid-19 ini, hendaklah digunakan oleh kalangan niniak mamak mengingatkan anak kemenakannya untuk melestarikan adat dan budaya kita. Selain itu juga merupakan sarana hiburan bagi anak kemanakan saat ini. Terpenting mengingatkan anak kemanakan untuk selalu menaati protokol kesehatan,” kata walikota.

Baca juga :  Gubernur Sumbar Persilakan Bupati/Wali Kota Liburkan Siswa

Disamping itu, mengingat masih berada di masa pandemi Covid-19, Fadly meminta kepada panitia yang akan menyelenggarakan kegiatan tersebut, untuk tetap mengingatkan peserta dan penonton yang hadir agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan.

Terlepas dari itu semua, Fadly sangat menyambut baik dan mensupport akan terlaksananya kegiatan tersebut.

“Insya Allah untuk hadiah utamanya langsung dari saya,” katanya.

Sementara itu, Camat Padang Panjang Timur, Doni Rahman mengatakan, festival atau alek balayang – layang ini, insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 20 September mendatang.

“Diperkirakan yang akan diikuti adalah para pe-alang alang dari Padang Panjang, Batipuh dan X Koto. Hal menarik dari festival ini nantinya, adalah dimana para pemain (yang menaikan layang – layang) diwajibkan untuk memakai deta, sisampiang, pakai baju kemeja dan celana dasar atau juga bisa menggunakan sarawa galambuang,” ujarnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Iriansyah Tanjung, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Panjang, Ampera, Kepala Dinas Porapar, Drs. Maiharman, Kabag Umum, Delvianto. (ioc)

Baca juga :  KPU Pesisir Selatan Prediksi Penambahan Pemilih Pemula 10 Persen