Padang, inioke.com–Membangun kepercayaan diri sangat diperlukan bagi milenial Minangkabau saat ini. Milenial Minangkabau harus berani keluar dari zona nyaman, seperti halnya para pendahulu orang Minangkabau yang sukses di berbagai bidang.

“Jangan sampai terjadi kondisi psikologis yang tidak percaya pada diri sendiri. Belum mencoba tapi sudah mundur,” ujar Irviandari Alestya Gusman, atau yang akrab disapa Andari Gusman, dalam Dialog Internasional Pemuda Minang yang digelar Minang Diaspora Networking-Global (MDN-Global) dengan tema “Mempersiapkan Generasi Emas Minangkabau untuk Mengguncang Dunia”, Sabtu (27/6),

Andari merupakan sosok milenial Minangkabau yang saat ini menjabat Program Manajer Google Asia-Pasifik yang membawahi 14 negara, berkedudukan di Singapura. Putri sulung pasangan Irman Gusman dan Liestyana Rizal ini merasa bangga sebagai orang Minangkabau yang terkenal dengan jiwa merantaunya.

Menurutnya, dalam menjalani kehidupan sebagai diaspora di lingkungan internasional, dibutuhkan motivasi yang besar dan kerja keras.

“Tak lupa tentunya dukungan dari keluarga,” ucap lulusan terbaik Tuft University Massachusetts, Amerika Serikat dengan predikat cumlaude, IPK 3,63.

Baca juga :  Wagub Sumbar Ikut Rapid Test COVID-19

Dalam dunia kerja internasional, lanjutnya, yang dibutuhkan sikap profesionalisme.

“Orang memandang kapabilitas kita sebagai individu. Tidak lain dari itu,” pesan Andari untuk yang ingin berkarir di perusahaan-perusahaan luar.

Gadis kelahiran 1993 dan berhasil lulus sarjana di usia 19 tahun ini, menjadi bintang dalam diskusi virtual yang dipandu Prof Fasli Jalal, mantan Wamendiknas yang saat ini jadi Rektor Universitas Yarsi Jakarta, serta diikuti juga tokoh masyarakat Minangkabau, seperti Irman Gusman, Andrinof Chaniago, Burmalis Ilyas, Gamawan Fauzi, Yuliandre Darwis dan banyak lainnya.

Diskusi virtual ini juga diikuti oleh diaspora Minangkabau dari berbagai negara seperti Amerika, Jerman, Hongaria, Mesir, Saudi Arabia, Australia, dan banyak lainnya. Kemudian diskusi dengan peserta 269 orang ini, diikuti pula milenial berdarah Minangkabau yang sukses dalam dunia ekonomi kreatif, sosial dan politik di tingkat nasional.

Orang Minang gampang beradaptasi

Peserta diskusi lainnya, tokoh muda Yuliandre Darwis, mengatakan, kelebihan orang Minangkabau itu  kemampuannya beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungannya, karena dilandasi budaya egaliternya.

Baca juga :  RSUD Sijunjung Siapkan Ruang Isolasi untuk Pasien COVID-19

Disebutkan Yuliandre, orang Minangkabau itu paling gampang beradaptasi, jadi kemanapun pergi, atau merantau, tidak banyak mengalami kendala, dan diterima oleh masyarakat setempat.

“Orang Minangkabau itu, dalam proses kehidupannya, pada dasarnya mempunyai kekuatan spiritual. Mempunyai kekuatan moral dalam melangkah,” ujar Yuliandre.

Dalam proses kehidupan itu, lanjut doktor ilmu komunikasi tamatan Malaysia ini, orang Minangkabau mempunyai tujuan utama adalah bagaimana meraih pendidikan setingginya.

“Tidak heran kita melihat orangtua di Minangkabau berjuang tak kenal lelah, dan berkorban materi, agar anaknya bisa berpendidikan tinggi. Pendidikan, bagi orang Minangkabau adalah prioritas nomor satu untuk mengarungi kehidupan,” pungkas Yuliandre, yang pernah menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia.

Dilanjutkannya, dengan pendidikan dan kemampuan beradaptasi dengan cepat membuat orang Minangkabau, dulunya, dan mudah-mudahan ke depan, menjadi orang-orang yang sukses di bidangnya masing-masing, dimana pun berada.  (ioc)