Padang, inioke.com–The Tyranny of Experts sebuah buku karya dari William Easterly, seorang ekonom Amerika, dengan spesialisasi pembangunan ekonomi. Sebuah buku yang menyuguhkan beberapa catatan sejarah tentang penyebab kemiskinan di negara-negara berkembang.

Buku yang sangat provokatif, sehingga Andrinof Chaniago ingin membedahnya melalui forum pertemuan google meet dengan dua orang pembahas lainnya yaitu Ifdal Kasim (Ketua Komnas Ham 2010-2012) dan Irwandi Maek (Ph.D candidate, Radboud University, Netherland).

Keunggulan yang dapat dilihat dari karya William Easterly menurut andrinof ada dua. Pertama, sebagian narasi menampilkan data-data empiris melalui argumentasi yang meyakinkan, sehingga kita seperti membaca sebuah karya dari seorang sejarawan padahal penulis merupakan seorang ekonom.

Kedua, konstruksi pemikiran dari Easterly yang mendikotomikan dua buah pemikiran. Maksudnya, penulis menyajikan bacaan tentang pemikiran yang saling bertentangan antara kebebasan individu atau demokrasi dengan pemikiran yang otoriter dalam sebuah pembangunan ekonomi.

Andrinof juga terkejut ketika penulis mengklaim kemajuan ekonomi Taiwan selama 30 tahun terakhir berdasarkan dari hasil demokrasi padahal sebenarnya merupakan hasil dari produk otoriter yang telah ditata oleh Chiang Kai-shek.

Baca juga :  Desrio Putra Ajak Masyarakat Patuhi Imbauan Pemerintah

“Saya melihat kelemahan dari buku tersebut terdapat pada kurangnya data yang disajikan oleh penulis,” ujar Andrinof.

Sedangkan, Ifdal Kasim, mengatakan buku ini menarik untuk dibaca karena penulis menceritakan tentang sebuah proyek pembangunan di Afrika yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

“Namun, justru sebaliknya masyarakat malah terjebak kedalam kemiskinan, sehingga tujuan tersebut hanya berakhir menjadi sebuah ilusi,” kata Ifdal.

Hal senada juga disampaikan oleh Irwandi Maek, bahwa penulis buku ingin menyajikan kepada pembaca bagaimana menjawab kenapa kemiskinan masih tetap ada. (boy)