Amerika sepertinya akan melampaui angka kematian yang terjadi di Italia karena Covid 19. Begitu yang disampaikan dalam rilisnya oleh Universitas Johns Hopkins, lembaga yang paliang dipercaya saaat ini mengenai pendataan Covid 19 di dunia.  Menurut perhitungan terbaru, angka kematian di Italia sudah mencapai 18.800 orang. Namun angka kematian pasien sudah menunjukan trend menurun, sebaliknya Amerika tercatat sekitar 18.700 kematian. Akan tetapi naik 2000 lebih dari hari sebelumnya. Ini menunjukan trend yang tidak mengembirakan.

Dalam rilis yang sama, korban kematian akibat covid 19 di seluruh dunia sampai sabtu pagi, 11 April 2020,  melampaui 102.000. Amerika Serikat diperkirakan sebagai negara dengan jumlah kematian tertinggi. Sementara itu jumlah kasus di seluruh dunia sekarang hampir 1,7 juta, dan kebih 500.000 korban terdapat di Amerika Serikat. Namun pasien yang telah pulih juga meningkat menjadi lebih dari 376.000.

Menurut  Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, kecenderungan angka menurun bisa sama berbahayanya dengan kecenderungan naik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu tegas dia, Organisasi Kesehatan Dunia WHO, mendesak agar negara-negara mempersiapkan pembatasan sosial dan lockdown dalam  beberapa hari dan minggu mendatang.(taufik/Aljazeera)

Baca juga :  Mulyadi Serahkan Langsung Bantuan APD kepada Ali Mukhni