Jumlah angka kematian yang disebabkan oleh Covid 19 terus meningkat. Total seluruh dunia sudah melebih angka tiga juta dan sepertiga ada di Amerika. Kurang dari empat bulan, pandemi ini telah membunuh lebih banyak (58.947 orang)  melebih dari 20 tahun Amerika perang di Vietnam. Ini bukan sekadar persoalan angka. Amerika sedang berjalan dalam lorong yang sangat menakutkan.

Jumlah kasus di Amerika meningkat dua kali lipat

Dalam 18 hari dan menurut perihitungannya sepertiga dari total yang terinfeksi di dunia terdapat di Amerika. Jumlah realnya diprediksi lebih dari angkat itu. Hal ini disebabkan oleh kurangnya tenaga medis dan terbatasnya kapasitas pengujian, menurut pejabat kesehatan masyarakat negara bagian.

Sekitar 30% kasus penyebaran virus terjadi di negara bagian New York (pusat penyebaran wabah di Amerika), diikuti oleh New Jersey, Massachusetts, California, dan Pennsylvania. Bahkan menurut prediksi University of Washington wabah ini akan merenggut lebih dari 74.000 jiwa pada minggu pertama Agustus. Ini berbeda dengan perkiraan sebelumnya. Pada 22 April yang hanya memprediksi lebih dari 67.600.

Baca juga :  Rayakan HUT ke-58, Bank Nagari Bukittinggi berbagi dengan panti asuhan dan nasabah

Dalam rilisnya The Intercept menarasikan dengan baik apa yang sedang di alami Amerika saat ini butuh waktu 20 tahun, dari tahun 1955 hingga 1975, bagi Amerika Serikat untuk kehilangan 58.220 pria dan wanita akibat konflik besar yang memecah belah bangsa sejak Perang Saudara (Civil War). Dan dalam waktu kurang dari empat bulan, hal itu sama seperti jumlah orang Amerika yang meninggal karena pandemi Covid-19.

Jumlah korban, pada hari Selasa (28/4), mencapai 58.947, melampaui jumlah total yang tewas di Asia Tenggara. Jika ini memang perang, seperti yang diilustrasikan oleh Presiden Donald Trump, dalam konfrensi persnya, menyikapi perkembangan wabah ini, “We are waging a war against the invisible enemy” (kami sedang berperang melawan musuh yang tidak terlihat), namun ada sebuah pertanyaan di mana dan bagaimana orang yang mati dari “konflik” ini akan diabadikan? Sebagaimana monumen yang dibuat bagi korban perang Vietnam.

Sementara menurut data Reuters, dari 20 negara yang paling parah terkena dampak virus, Amerika Serikat menempati urutan kelima berdasarkan kasus rata-rata perorang. Amerika Serikat memiliki sekitar 30 kasus per 10.000 orang. Spanyol menempati urutan pertama lebih dari 48 kasus per 10.000 orang, diikuti oleh Belgia, Swiss, dan Italia. (Taufik/ Reuters,Theintercep, Dailystar)

Baca juga :  Masyarakat 10 Nagari di Ranah Pesisir senam bersama Lisda Hendrajoni