Pengadilan Saudi pada Senin (7/9) membatalkan hukuman mati terhadap lima tersangka pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Sebagai gantinya, pengadilan menjatuhkan hukuman 20 tahun kepada lima orang tersangka dan 10 tahun kepada tiga orang lainnya. Identitas delapan orang yang didakwa di konsulat Arab Saudi di Turki itu tidak disebutkan.

Sebelumnya, pengadilan yang dilakukan secara tertutup untuk 11 tersangka dilakukan tahun lalu. Sebanyak lima orang dijatuhi hukuman mati dan sisanya penjara sampai 24 tahun.

Putusan ini diklaim setelah keluarga Khashoggi secara terbuka memaafkan para pelaku. Pada Mei lalu, anak Khashoggi mengungkapkan telah “memaafkan” para pembunuh, sebuah langkah yang dikutuk oleh Agnes Callamard, pelapor khusus di PBB untuk bidang pembunuhan di luar hukum, yang melakukan investigasi independen terhadap kasus ini menyebut putusan itu sebagai “parodi keadilan” pada Senin (7/8).

Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz menyebutkan revisi putusan itu sebagai penghinaan terhadap keadilan. Dalam pernyataannya yang disebarkan lewat Twitter, Cengiz menyebutkan pertanyaan penting seputar pembunuhan Khashoggi masih tidak terjawab. “Otoritas Arab Saudi menutup kasus ini tanpa membuat dunia tahu kenyataan dari siapa yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan Jamal (Khashoggi)… Siapa yang merencanakan, siapa yang memerintahkan, dimana jenazahnya?”

Baca juga :  Kumpulkan Camat dan Lurah, Sekda Padang Panjang Bertegas-tegas Soal Suket Domisili dan Aturan Zonasi PPDB 2020

Khashoggi adalah seorang jurnalis yang sering menulis kritik terhadap pemerintah Arab Saudi. Ia menjadi eksil di Amerika Serikat selama sekitar setahun. Ia meninggalkan Arab Saudi tepat ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman memulai melancarkan tindakan keras terhadap aktivis HAM Arab Saudi, yang menulis dan mengkritik peperangan di Yaman.

Jamal Khashoggi dinyatakan hilang pada 2 Oktober 2018, ketika ia mengunjungi konsulat Arab Saudi di Istanbul. Otoritas Turki kemudian mengungkapkan bahwa Khashoggi dibunuh di dalam gedung oleh sekelompok pembunuh Arab Saudi. Tubuhnya tidak pernah ditemukan.

Pemerintah Arab Saudi menyebut operasi itu sebagai sebuah “operasi nakal” setelah berkali-kali menolak keterlibatannya. Beberapa pertanyaan masih tertuju kepada Pangeran Mohammed. Ia, yang perannya disinggung oleh beberapa intelijen barat, mengetahui operasi itu. Dikutip dari Al Jazeera, Pangeran Mohammed mengatakan bahwa tidak terlibat dalam pembunuhan itu, tapi ia mengetahuinya “hal itu terjadi dalam pengawasan saya”.

Pengadilan terhadap pembunuhan Khashoggi dikritik oleh aktivis HAM yang mencatat bahwa tidak ada pejabat tinggi atau orang-orang yang dicurigai memerintahkan pembunuhan dinyatakan bersalah. Independensi pengadilan menjadi dipertanyakan tulis Al Jazeera. (patra)

Baca juga :  Bawaslu Sumbar Tolak Semua Permohonan Fakhrizal-Genius Umar