Solok, inioke.com–Banjir bandang yang melanda Nagari Talang Babungo kemarin, menelan kerugian sekitar Rp1 miliar.

Wali Nagari Talang Babungo, Hafizurrahman, mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa banjir tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.

“Selain merendam pemukiman warga, banjir juga merusak lahan pertanian yang membuat petani di daerah itu terancam gagal panen,” katanya.

Data sementara, ada 34 rumah, masjid dan puluhan hektar lahan pertanian terendam banjir berisi material lumpur, pasir dan kayu. Tak hanya itu, derasnya banjir bandang juga menyeret sejumlah mobil hingga tersangkut di rumah warga, serta aspal jalan mengelupas digerus air.

“Banjir terjadi sekira pukul 02.30 WIB dini hari. Puncaknya sekira pukul 03.00 WIB dini hari, Batang Talang yang melintasi nagari Talang Babungo, merendam pemukiman warga dan lahan pertanian,” kata jelas Hafizurrahman.

Dilanjutkannya, dari tujuh jorong yang ada di daerah itu, banjir terparah menimpa empat jorong. Diantaranya jorong Talang Barat, Jorong Talang Timur, jorong Silanjai dan jorong Bulakan.

Baca juga :  Pandemi COVID-19, Jangan Balik ke Jakarta Dulu

“Untuk jorong Bulakan dan Jorong Talang Timur, juga tertimpa longsor yang membuat akses jalan masyarakat terputus akibat tertimbun material longsor,” ucapnya.

Untuk penanggulangan sementara, kata wali nagari, pihaknya saat ini menggalang warga untuk melakukan gotong-royong membantu warga terdampak membersihkan pemukiman dari material lumpur yang terbawa banjir, sembari melakukan pendataan warga terdampak banjir.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Khairul, menyebutkan, telah memberangkatkan tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan tindakan darurat dan pendataan terhadap warga terdampak. (ioc)