Padang, inioke.com–Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pelaksanaan Pilkada yang akan dilaksanakan di kota Padang pada 9 Desember 2020, Bawaslu Kota Padang,  pada Sabtu (29/8), menyelenggarakan Sosialisasi dengan tema “pengawasan partisipatif bersama pemilih pemula” di Hotel Axana, Padang.

Sosialisasi ini dihadiri sekitar 40 orang pelajar dari berbagai sekolah menengah atas yang berada di Kota Padang.

Dalam sambutan ketua Bawaslu Kota Padang, Dori Putra, berharap dengan mengikuti sosialisasi ini, para peserta sosialisasi –pemilih pemula, mengetahui perannya dalam menyukseskan pemilu dan informasi yang didapatkan dari acara ini dapat diterapkan di lingkungan sekitarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan mengenai pentingnya untuk memilih pemimpin yang baik dan tidak terlibat dalam praktek politik uang.

“Karena biasanya pemimpin yang menggunakan politik uang cenderung menjadi koruptor karena ia akan berusaha untuk mengembalikan uangnya ketika nanti menjabat,” kata Dori Putra.

Pembicara pertama adalah Koordinator Divisi Penindakan dan pelanggaran Bawaslu Padang, Firdaus Yusri. Dalam sesi pertama ini, Firdaus Yusri menyampaikan generasi muda juga bisa memiliki pengetahuan politik.

Baca juga :  Dua hektare kebun kelapa sawit di Agam terbakar

“Jangan sampai pengetahuan politik hanya diketahui oleh orang-orang dewasa atau tamat kuliah,” katanya.

Generasi muda dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan pelanggaran pemilu dan dapat melaporkan kepada Bawaslu. Jangan ada lagi stigma dalam masyarakat, “oh, itu bukan urusan kita, itu urusannya bawaslu.”

Setiap warga indonesia yang telah memiliki hak pilih memiliki hak untuk memberikan laporan. Namun, laporan itu harus jelas identitas pelapor jelas, identitas terlapor juga jelas, kejadiannya apa, kapan dan dimana. Bawaslu akan melindungi kerahasiaan identitas pelapor.
 
Untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada bawaslu tentu membutuhkan bantuan masyarakat untuk menyukseskan dan mengawasi Pilkada yang akan dilakukan.

“Kita maunya pilkada demokratis, badunsanak, jujur adil sesuai dengan undang-undang, maka dengan bantuan masyarakat, maka jadilah barang ini,” katanya.

Selanjutnya, materi dipaparkan oleh Kordiv. Penyelesaian Sengketa, Yunasti Helmy. Ia mengenalkan mengenai salah satu program Bawaslu Padang, yaitu pojok pengawasan, yang bisa merupakan tempat diskusi mengenai Bawaslu dan dunia kepemiluan. Yunasti Helmy juga menyebutkan Pojok Pengawasan terbuka bagi siapapun, di sana ada buku-buku, majalah. Di sana kita   bisa juga berdiskusi mengenai kepemiluan, baik dengan komisioner atapun dengan para staf Bawaslu Padang.

Baca juga :  Belum Semua Tempat Makan di Padang Terapkan Protokol Kesehatan dengan Lengkap

Pemateri selanjutnya adalah Kordiv Hukum, Data dan Informasi, Yudi evanturil menyebutkan terbatasnya personil Bawaslu dalam mengawasi ribuan orang. Maka ia mengharapkan generasi muda –terutama peserta yang hadir, dapat menjadi seperti “influencer” bagi bawaslu dalam hal penyampaian pesan-pesan tentang pengawasan pemilu.

Terakhir, Bahrul anwar selaku kordiv. Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PLH) menyampaikan harapannya para peserta sosialisasi dapat menjadi relawan di lingkungannya masing-masing. Bawaslu membutuhkan keterlibatan masyarakat, dalam hal ini para pemilih pemula, karena adanya keterbatasan personil dalam pemilihan. Bawaslu memiliki dua tugas utama yaitu; pencegahan dan penindakan. Pencegahan bisa dilakukan apabila kejadian itu disaksikan, berhubungan dengan keterbatasan anggota, maka dibutuhkan bantuan masyarakat untuk memberikan laporan kepada Bawaslu. Mengajak untuk ikut aktif dalam pengawasan.  

Ridwan, salah seorang peserta siswa kelas 12 SMAN 14 Padang, menyebutkan acara ini sangat bagus karena memperkenalkan dirinya dengan pendidikan politik.

“Kita sebagai pemula tidak boleh hambar dengan politik. Jadi acara ini bisa untuk mematangkan anak-anak muda ini dalam masalah politik,” katanya.

Baca juga :  PPDB 2020, Desrio Putra : Gubernur dan Kadisdik Sumbar Harus Desak Mendikbud

Sementara Andini, dari MAN 1 Padang, berharap acara semacam ini dilakukan lagi di masa depan agar memberikan pemahaman anak muda dengan politik.

“Kami mengetahui beberapa hal yang sebelum kami ketahui sebelumnya. Semoga acara seperti dilaksanakan lagi. Terutama bagi kami yang masih awam mengenai politik dan pemilu,” kata siswa yang kini duduk di kelas 12 itu. (ioc)