Solok Selatan, inioke.com–Meski diberi kelonggaran atau relaksasi dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solok Selatan meminta masyarakat untuk tetap mematuhi standar protokol keselamatan COVID-19. Hal ini terkait diizinkan melakasanakan shalat Jumat di masjid, karena Solok Selatan masuk zona hijau.

“Boleh shalat Jum’at, tetapi tetap waspada, bawa sajadah sendiri, dan patuhi protokol keselamatan COVID-19,” kata Ketua MUI Solsel, Syarkawi Aziz.

Syarkawi menjelaskan beberapa poin yang mesti dilakukan jika ingin melakukan shalat Jum’at di masjid sesuai maklumat MUI. Paling penting harus ada pernyataan resmi dari pemerintah bahwa daerah tersebut aman dari COVID-19.

“Aman dalam artian COVID-19 tidak sedang mewabah di daerah itu, pintu masuk dan keluar dijaga sehingga tidak ada orang yang datang dari luar daerah,” katanya.

Kemudian, pastikan di masjid tempat melaksanakan shalat Jumat tersebut menyediakn tempat mencuci tangan dengan sabun.

“Jamaahnya harus jamaah setempat, tetap kalau perlu diberi kartu identitas khusus dan menggunakan masker,” katanya.

Baca juga :  Pemko Padang Panjang Wajibkan Karantina bagi Pendatang dari Daerah ┬áZona Merah

Menurutnya, ditetapkan Solsel sebagai daerah aman di Sumbar, berkat kerja keras semua pihak dan berkah dari Allah SWT.

“Ingat, jangan jumawa karena jika lalai, bisa saja positif COVID-19 di Solsel akan meledak seperti di Padang Panjang yang sebelumnya juga zona hijau,” katanya.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan lima daerah yang masih zona hijau, yaitu Kabupaten Solok Selatan, Limapuluh Kota, Sijunjung, Kota Solok dan Sawahlunto.

“Tapi, untuk dinyatakan negatif itu harus ada pernyataan resmi dari kami. Lalu, ada kesepakatan masyarakat sesuai kearifan lokal. Misalnya, untuk menghidupkan kembali aktivitas di masjid,” jelas Irwan.

Kemudian, PSBB tahap kedua ini kabupaten dan kota tersebut diberikan kebijakan sesuai kearifan lokal masing-masing daerah untuk shalat Jumat sesuai dengan maklumat dan pedoman yang telah dikeluarkan oleh MUI Sumbar nomor 007/ MUI -SB/V/2020.

Untuk teknis pelaksanaannya, ujar Irwan, diharapkan kabupaten kota berkoordinasi dengan MUI setempat. Kearifan lokal tersebut dapat diberikan dengan memperhatikan wilayah, kawasan, nagari, RT/RW, atau kompleks yang sudah dipastikan negatif berdasarkan hasil tes swab.

Baca juga :  Semua Kecamatan di Kota Payakumbuh Zona Merah COVID-19

“Untuk beribadah di masjid hanya diperbolehkan untuk Salat Jumat dengan mempedomani dan mengacu kepada maklumat yang telah dikeluarkan oleh MUI Sumbar. Saya harap, Bupati dan Wali Kota berkoordinasi dengan MUI untuk pelaksanaan shalat Jumat yang tentu saja dengan pertimbangan kearifan lokal dan tetap mengikuti prosedur tetap COVID-19 yang telah diatur oleh pemerintah,” jelasnya. (ike)