Padang, inioke.com– Jumlah positif COVID-19 kota Padang per hari ini (18/4) mencapai 48 orang. Menurut Feri Mulyani, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, 17 kasus ditemukan di lantai II, Fase VII dan penjahit pakaian Pasar Raya Padang. 17 orang itu pedagang, aktivitas kesehariannya di tempat tersebut.

Menurutnya, untuk pedagang yang telah terkonfirmasi positif, pihaknya masih melakukan parawatan. Sejak dua pekan terakhir, Pasar Raya sudah terpapar virus corona.

“Untuk yang sudah positif ini, kami masih melakukan tracking terhadap orang-orang yang telah melakukan kontak langsung. Mudah-mudahan tidak menular lebih luas lagi,” tukas Feri.

Melonjaknya orang-orang positif COVID-19 di Pasar Raya setelah melakukan penelusuran riwayat kontak dari kasus pertama, kemudian mencari tahu siapa saja yang pernah berinteraksi, lalu dilakukan tes swab atau cairan tenggorokan.

Menanggapi kasus Pasar raya terjangkit wabah corona, Wali Kota Padang, Mahyeldi menegaskan bahwa Pasar Raya Padang berstatus zona merah.

Sesuai data yang dihimpun Dinas Kesehatan Padang, hingga 18 April 2020 terdapat 2.875 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, 435 orang tanpa gejala, 38 orang dalam pemantauan, 68 pasien dalam pengawasan, 48 orang positif, enam meninggal, 13 negatif, delapan sembuh dan tujuh orang menunggu hasil tes labor.

Baca juga :  PMI Gandeng Eijkman untuk Mengembangkan Obat COVID-19 dari Plasma Darah

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Pasar Raya Padang agar virus yang melekat di benda mati tidak menularkan lgai ke masyarakat. Harapan pemerintah kota, para pedagang bersedia sementara menutup tokonya,untuk penyemprotan agar virus yang menempel di benda mati tidak menginveksi masyarakat. Untuk itu, pemerintah kota juga berharap, agar warga tidak ke pasar raya dulu.

Menurutnya, dengan melakukan penyemprotan tersebut, virus yang menempel tidak akan menular lagi ke masyarakat lainnya yang memegang benda mati di Pasar Raya Padang. Kepada masyarakat diharapkan, hendaknya di rumah saja, jika terpaksa keluar harus memakai masker.(Ino)