Padang, inioke.com–Titik terang percepatan penanganan dampak ekonomi bagi masyarakat yang terdampak COVID-19 di Sumbar akhirnya terlihat. Setiap keluarga yang terdampak COVID-19 akan menerima bantuan Rp200 ribu perorang selama 3 bulan, berupa uang atau barang.

Terkait persoalan penyaluran bantuan ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar baru saja menyelesaikan rapat akhir percepatan bantuan sosial untuk masyarakat terdampak COVID-19 tadi siang (7/4). Hadir dalam rapat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis Pangan, Kadis Sosial, Kadis Peternakan, Kepala DKP, Kadis Pertanian, Kadis Perindag, dan Kabiro Ekonomi.

“Kita membicarakan tentang teknik pembagian bansos bagi masyarakat terdampak, sambil menunggu data dari kabupaten/kota. Bansos dari provinsi lebih bersifat pendampingan saja dari bantuan beras dan lain-lain oleh kabupaten/kota,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.  

Wakil Gubernur Nasrul Abit, mengatakan, anggaran telah disiapkan dan akan diserahkan ke kabupaten/kota jika telah terkumpul data terkait penerima bantuan dari masing-masing kabupaten/kota se Sumatera Barat.

“Kita menunggu data resmi penerima bantuan terdampak penanganan COVID-19 dari pemkab dan pemko agar penyaluran bantuan sosial tidak salah sasaran terhadap masyarakat terdampak,” kata Nasrul Abit.

Baca juga :  Pandemi dan Kapasitas Negara

Disampaikan Nasrul Abit, kesepakatannya, penerima bantuan 15 persen orang di luar daftar Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Satu orang di dalam keluarga yang terdampak ini akan menerima Rp200 ribu per bulan selama 3 bulan. Bisa dalam bentuk uang atau barang. Kita berharap dalam minggu ini data segera dikirim oleh kabupaten dan kota agar bantuan bisa segera terealisasi,” harapnya. (GYN)