Padang, inioke.com—Saat ini Pemerintah Kota Padang sedang melakukan validasi data warga yang terdampak langsung wabah virus corona atau COVID-19. Pendataan tersebut untuk penyaluran bantuan pangan.

Menurut Wali Kota Padang, Mahyeldi,  bantuan pangan yang telah disiapkan itu akan segera dibagi dengan ketentuan berupa beras 9 kilogram perorang/jiwa. Jadi, jika dalam 1 kepala keluarga (KK) terdapat 5 orang maka akan memperoleh bantuan 45 kilogram beras.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Bulog untuk mensuplai penyempurnaan bantuan beras tersebut jika masih kurang. Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini sudah siap data jumlah keluarga yang terdampak,” ujar Mahyeldi.

Pemberian bantuan pangan ini, salah satu upaya yang dilakukan Pemko Padang untuk meringankan beban warga saat menjalani anjuran di rumah saja. Dengan bantuan tersebuh diharapkan warga tidak keluar rumah juga, kecuali untuk membeli kebutuhan pokok, berobat, dan urusan penting lainnya.

Sementara itu, upaya lain yang dilakukan menghambat penyebaran COVID-19, menutup arus kendaraan masuk di Jalan Adinegoro dan Jalan Sutan Syahrir Mata Air.

Baca juga :  Pembatalan UN 2020 Tidak Berdampak pada Penerimaan Siswa Baru

“Jalan yang bebas dilewati adalah Jalan By Pass dari batas kota sampai ke Bandara Internasional Minangkabau. Di batas kota juga kita lakukan pengawasan dengan ketat termasuk di simpang empat Lubuk Begalung kita memang sudah selektif terhadap kendaraan yang melintas. Kita tentu berharap upaya ini akan mempersempit dan memperkecil jumlah PPT di Kota Padang, sehingga penyebaran wabah COVID-19 terus kita tekan,” imbuhnya. (GYN)