Padang, inioke.com–Pemko Padang Panjang, terus bergerak melakukan tracking terhadap warga yang kontak dengan pasien positif Covid-19 sejak kasus pertama diumumkan.

“Kasus pertama di Kota Padang Panjang dinyatakan sebanyak 13 orang petugas medis positif Covid-19. Kami dari pemerintahan kota langsung melakukan tracking terhadap orang-orang yang telah melakukan kontak sebelumnya,” ujar Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran, dalam konferensi video dengan IJTI Sumbar, Minggu (10/5).

Disampaikan Fadly, sampai sekarang telah mengirimkan sampel swab 672 orang kepada Laboratorium Unand untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan swab tersebut, yang telah selesai diperiksa sampai saat ini sebanyak 22 postif, 511 negatif, dan inconclusif (diragukan) 10 orang.

“Dari 672 sampel swab tersebut, yang sudah diterima hasilnya sebanyak 543 sampel. Kini kita masih menunggu hasil sebanyak 129 sampel lagi. Termasuk 10 orang yang inconclusif atau yang diperiksa ulang,” katanya.

Selain itu tambahnya, kini juga akan dilakukan tes swab terhadap 101 orang lagi hasil pengembangan tracking.

Selain itu, lanjut Fadly, Pemerintah Kota Padang Panjang juga menerima beberapa masukan melalui layanan informasi penanganan Covid 19 dengan nomor call center 119.

Baca juga :  Akses e-Hajj Ditutup jadi Alasan Pembatalan Haji Tahun ini

Pada layanan tersebut ada masyarakat meminta kepada Pemerintah Kota Padang Panjang untuk mempublikasikan nama-nama pasien positif Covid-19, namun hal tersebut tidak dapat kami akomodir,” ungkapnya.

Hal tersebut, ujar Fadly, atas pertimbangan untuk memproteksi atau menjaga privasi masyarakat terhadap bullyan yang dilakukan kepada pasien dan keluarga pasien kasus positif covid-19, seperti adanya beberapa kasus yang terjadi di Indonesia. Seperti diketahui, banyak pembullyan terhadap pasien dan keluarga kasus positif Covid-19,  yang serta penolakan terhadap pemakamanan jenazah positif corona. (boy)