Padang, inioke.com–Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso memeriksa 1.916 sampel swab hingga pukul 05.00 WIB tadi (2/7).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar, Jasman Rizal, mengatakan, dari pemeriksaan sampel tersebut, dengan rincian 1.903 sampel di laboratorium Unand Padang dan 13 di Lab veteriner Baso Agam yang dikirim oleh survailance, diperoleh terkonfirmasi positif sebanyak 5 orang dan sembuh 11 orang.

“Terkonfirmasi positif tersebut berasal dari Kabupaten Tanah Datar 3 orang dan Kota Padang 2 orang,” katanya.

Dengan begitu, lanjut Jasman, total warga di Sumbar positif terinfeksi COVID-19 adalah 747 orang, dengan rincian, sembuh 618 orang (82,73%), meninggal dunia 31 orang (4,15%), dan dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri sejumlah 98 orang (13,12%).

Ujian bagi setiap kepemimpinan

Sementara itu,  Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, penanganan COVID-19 merupakan ujian bagi setiap kepimpinan dalam penyelenggaraan pemerintahan, baik provinsi, maupun kabupaten dan kota.

Baca juga :  Sudah 541 Orang Kena Corona di Sumbar

“Kelalaian dan salah dalam mengambil kebijakan dalam penanganan covid akan memberikan dampak kurang baik bagi penyelengaraan pemerintahan. Kita mesti tahu siapa lawan kita, bagaimana kondisinya dan bagaimana hal penting dalam penanganannya,” ujarnya dalam silaturahmi dan ramah tamah dengan beberapa pimpinan organisasi pers Sumatera Barat, di Padang, kemarin (1/7).

Pemprov Sumbar, ulas Irwan, dengan 4 langkah cepat, testing, tracing, isolasi dan treatment telah cukup berhasil dalam mengendalikan penyebaran COVID-19.

“Hari ini kita telah melewati masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan telah masuk new normal. Kita tidak lagi hanya melakukan tracing OPD, PDP, akan tetapi mencari kemasyarakat dalam berbagai aktifitas, sopir angkot, pelaku hotel, pelaku wisata dan yang lainnya. Semua itu untuk antispasi penyebaran COVID-19,” ungkapnya.

Irwan memaparkan, penyebaran COVID-19 lebih kepada mikrodroplet, karena itu masker salah satu cara menghambat untuk tidak mengenai orang lain jika positif COVID-19, dan sebaliknya.

“COVID-19 baru bisa berakhir jika sudah ditemukan obat dan vaksinnya. Dan masih dalam penelitian para medis orang yang telah terkena covid tidak akan terkena lagi karena telah memiliki imun tubuhnya,” katanya.

Baca juga :  Densus 88 Mabes Polri Geledah Tempat Tinggal Terduga Teroris di Tanah Datar

Gubernur juga berharap kepada media bagaimana masyarakat tidak salah persepsi akan itulah new normal yang menganggap telah normal, padahal covid ini belum tahu kapan ini akan berakhir.

“Karena itu peran media mengingatkan bagaimana masyarakat kita disiplin kesehatan menjadi budaya sehari-hari yang utuh. Ada saling mengingatkan jika seseorang tidak pakai masker waktu keluar rumah, jaga jarak dan cuci tangan. Tentunya media akan mampu mencerna itu bagaimana masyarakat terbangun dalam budaya produktif dan aman covid di Sumatera Barat,” harapnya. (ioc)