Padang Panjang, inioke.com–Lahir di Pariaman, kampung kecilnya daerah Cimparuah, H Sutan Saripuddin (70) mencoba keberuntungannya di Kota Dingin Serambi Mekah Padang Panjang.

Dengan modal keberanian untuk mengadu nasib, Saripuddin berangkat meninggalkan kampung halamannya menuju Padang Panjang menggunakan kereta api.

Memiliki sebuah kedai pada masa itu bernama “Saiyo” yang terletak di Pasar Padang Panjang tepatnya di belakang Gedung M Syafe’i, Saripuddin menjual minuman dan sarapan pagi. Sekarang kedai tersebut pindah ke simpang Jaho tepatnya di depan tugu monas.

“Saya sudah berjualan minuman ini sejak tahun 1975 hingga kedai ini pindah ke daerah simpang Jaho. Hal ini mengingat kedai lama sangat sempit dan kurang tempat parkir, sedangkan pelanggan banyak yang datang duduk untuk sarapan dan minum kopi. Makanya saya coba mencari lokasi luas dan dapatlah di sini,” cerita Saripuddin.

Bofet Saiyo ini menyediakan berbagai minuman seperti teh hangat, jus, kopi, teh telur dan lain sebagainya. Sedangkan untuk sarapan pagi bofetnya menyediakan lontong, ketupat hingga sate.

Baca juga :  74 Positif, 13 Sembuh dan 7 Meninggal Akibat COVID-19 di Sumbar

Namun dibalik itu semua, di usia yang sudah tidak muda lagi, Saripuddin yang memiliki 11 anak dari istrinya yang pertama sudah tidak sanggup lagi berjualan, sehingga kedai tersebut diserahkan kepada putra bungsunya yang tidak mau usaha yang dirintis orangtuanya hilang begitu saja.

Tidak hanya dari kalangan masyarakat sekitar yang sarapan dan ngopi di sana, namun dari kalangan pejabat juga ada. Bahkan juga pengemudi yang melintas di daerah sana.

Di lain waktu, Walikota Padang Panjang Fadly Amran, bersama Sekretaris Daerah Sonny Budaya Putra, serta pejabat lainnya datang sarapan dan ngopi sambil berbincang dengan pemilik Bofet Saiyo tersebut. (rilis)