Kota Bukittinggi lengang pengunjung, setelah imbauan dan kebijakan penutupan tempat wisata oleh pemerintah pada Jumat kemarin tanggal 20 Maret 2020. Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias meminta masyarakat untuk tidak datang ke kota tersebut dengan tujuan berlibur, wisata, karena objek wisata setempat untuk sementara ditutup hingga akhir bulan ini.

Objek wisata yang ditutup direncanakan adalah objek wisata berbayar di Bukittinggi yaitu Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK), Taman Panorama dan Lubang Jepang. Pada objek lain, diharapkan tidak dikunjungi. Di rumah saja.

Penutupan objek wisata dilakukan mempertimbangkan kemungkinan ada warga yang memanfaatkan waktu untuk berlibur ke Bukittinggi karena sejumlah daerah sudah mengeluarkan kebijakan agar aktivitas belajar di sekolah beralih di rumah selama dua pekan. Sementara penyebaran Covid-19 mulai mengkhawatirkan.

Seperti biasanya, sabtu sore , khusus pelataran jam gadang dipenuhi oleh pengunjung dan wisatawan. Namun pemandangan saat ini jauh berbeda. Para wisatawan baik lokal atau mancanegara biasanya menghabiskan waktu sampai tengah malam dipelataran ini setelah mereka mengelilingi kota Bukittinggi, tapi sore ini pelataran jam gadang sepi pengunjung.

Baca juga :  HM Nurnas : Jangan Persulit Pinjaman Modal UMKM

Walaupun ada aktifitas, lebih banyak diisi oleh fotografer dan pedagang makanan. Tidak terlihat lagi pemusik jalanan yang biasanya manggung diseputaran jam gadang. Begitu juga dengan Jalan Minangkabau dan kampung Cina hanya dipenuhi oleh pedagang. Pedagang aksesoris dan baju kaos oblong khas Bukittinggi banyak duduk saja sambil memainkan hp dan sesekali menawarkan barang daganganya.

Hal yg sama juga terjadi di sektor perhotelan. Tingkat hunian hotel menurun sampai 40%. Hal ini juga bisa dilihat dari parkiran hotel-hotel yang tidak penuh bahkan ada yang kosong. Biasanya weekend ini hotel kami full booked, namun kini menurun drastis.

Covid 19 yang diiringi imbauan, telah mengubah wajah kota Bukittinggi. Wajah yang awalnya sesak oleh wisatawan dan pedagang kini mulai sepi. Apakah ini tanda tingkat kesadaran masyarakat meningkat dengan kebijakan berdiam diri di rumah? Semoga. (taufik)