Bukittinggi, inioke.com–Memasuki era normal baru, Pemko Bukittingi akan berpegang pada protokol kesehatan. Salah satunya dalam hal beribadah di masjid.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menjelaskan, terkait dengan pelaksanaan salat berjamaah, pihaknya telah mengatur sesuai protokol Covid-19. Bahkan sampai dengan posisi mimbar di masjid pun diatur, harus ada jarak antara khatib dengan jamaah.

Selain itu, jamaah diminta membawa sajadah masing-masing. Mereka pun diminta untuk tidak berjabat tangan dan berpelukan. Menganjurkan dalam ibadah sholat untuk menggunakan ayat-ayat pendek, mempersingkat pelaksanaan khutbah

“Bagi jamaah yang tidak menggunakan masker tidak diperkenankan untuk berjamaah di masjid. Kemudian bagi jamaah yang kurang sehat atau yang memiliki gejala demam, batuk, bersin juga tidak diperkenankan untuk berjamaah di masjid,” tuturnya.

Dia mengaku, Pemkot Bukittinggi benar-benar telah optimal dari semua sektor, utamanya dari segi agama dan perekonomian.

“Kami juga berterima kasih kepada provinsi sudah mendukung new normal (normal baru) di Bukittinggi,” ungkapnya.

Dukungan provinsi dibuktikan langsung melalui kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit yang didampingi ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal. Rombongan meninjau langsung persiapan di Masjid Mukhlishin Manggih Bukittinggi. Ramlan pun menjelaskan akan ada pengetatan disiplin protokol kesehatan oleh petugas masjid selama masa normal baru, Sabtu (30/5).

Baca juga :  Rendang Minang bersama Gordon Ramsey Tayang di Televisi National Geographic Besok

Wagub Sumbar berpesan, pengurus masjid wajib memperhatikan dan melaksanakan standar Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 di masjid. Standarnya antara lain menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun, melakukan pemeriksaan suhu tubuh jamaah, serta menggunakan masker bagi pengurus maupun jamaah.

Selain itu, jamaah diminta membawa sajadah masing-masing. Mereka pun diminta untuk tidak berjabat tangan dan berpelukan. Jamaah juga dimintakan menerapkan Physical Distancing/menjaga jarak, minimal satu meter antara satu jamaah dengan jamaah lainnya.

“Saya berharap dengan adanya perubahan menuju normal baru ini, kerinduan umat Islam bisa salat di masjid bisa terobati,” ucap Nasrul Abit.
(std)