Pesisir Selatan, inioke.com–Seluruh camat dan wali nagari di Pesisir Selatan harus lebih gencar melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol pencegahan COVID-19, selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal itu ditegaskan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. Selain camat dan wali nagari, pengawasan juga bakal dilakukan bersama TNI dan Polri. Sebab, pencegahan penyebaran COVID-19, perlu dilakukan dengan peningkatan kedispilinan.

“Taat memakai masker bila berada di luar rumah, menjaga jarak, menghindari kontak fisik, dan rajin cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir,” ungkap Hendrajoni melalui rilis Humas dan Protokoler Pemkab Pessel .

Ia menjelaskan, sebelumnya instruksi itu juga telah disampaikan melalui surat edaran Bupati Pessel nomor 100/60/GTC-V/ 2020. Hal itu, disampaikan sebagai tindak lanjut atas adanya Instruksi Gubernur Sumatera Barat Nomor : 360/142/COVID-19-SBR/V-2020 dan Keputusan Bupati Nomor : 360/277/Kpts/BPT-PS/2020 tanggal 29 Mei 2020.

“Dalam melakukan sosialisasi diharapkan camat serta wali nagari dapat melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, alim ulama, cerdik pandai. Supaya pelaksanaannya bisa maksimal,” tutupnya.

Baca juga :  Empat Daerah Zona Hijau di Sumbar Akan Terapkan Sistem Belajar Tatap Muka dan Tatap Maya

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Pessel, Rinaldi mengatakan, pelaksanaan PSBB tahap tiga mempedomani Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 360/277/Kpts/ BPT-PS/2020, tentang Pedoman Pemberlakuan Perpanjangan PSBB Menuju Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid 19.

Dalam SK Bupati itu, sejumlah aktivitas masyarakat dilonggarkan. Namun, tetap mengacu pada protokol kesehatan COVID-19. Sebab, pelonggaran yang dimaksud bukan dalam artian seperti biasa, tetapi tetap mempertimbangkan pola hidup sehat saat situasi COVID-19. (mdj)