Padang, inioke.com–Calon siswa SMA/SMK di Sumbar diwajibkan memilih sekolah yang terdekat dengan rumah mereka. Hal ini sesuai dengan sistem zonasi tempat tinggal yang diterapkan Dinas Pendidikan Sumbar dalam pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020/2021.

“Dalam sistem zonasi ini calon siswa bersekolah di SMA/SMK terdekat dari rumah mereka. Ini sesuai dengan sistem yang diterapkan pusat untuk PPDB,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, saat jumpa pers di Padang, Selasa (16/6).

Adib menegaskan, calon siswa yang mendaftar di luar ketentuan seperti memilih sekolah yang jaraknya jauh dari tempat tinggal mereka tidak akan lulus penerimaan.

“Untuk SMA jangan sampai memilih sekolah yang jaraknya jauh dari rumah. Kemungkinan lulus kecil, sebab dibaca sistem saat pendaftaran dan verifikasi. Perlu kami tekankan, pemilihan sekolah hanya boleh satu sekolah untuk SMA dan dua pilihan untuk SMK,” terangnya.

Disampaikannya, zonasi tempat tinggal akan menghapus sekolah untuk yang selama ini jadi incaran orang tua. Zonasi juga sebagai pemerataan pendidikan tingkat sekolah menengah sederajat.

Baca juga :  Mulyadi Bagikan 10 Ribu Paket Sembako Jelang Lebaran

“Jadi tidak ada lagi sekolah unggulan. Kedepan guru-guru juga akan kita lebur, guru yang saat ini di sekolah unggulan akan disebar. Termasuk anak pejabat bersekolah di sekolah dekat dari mereka tinggal,” katanya.

Dilanjutkan Adib, PPDB untuk SMA tahun ini menerapkan beberapa ketentuan yakni jalur zonasi paling kurang 50 persen dari daya tampung sekolah. Kemudian jalur prestasi maksimal 30 persen dari daya tampung, jalur afirmasi dan inklusif minimal 15 Persen dari daya tampung dan jalur perpindahan orang tua atau wali paling banyak 5 persen dari daya tampung.

Sedangkan untuk PPDB SMK, jalur seleksi nilai rapor minimal 70 persen dari daya tampung, jalur prestasi maksimal 20 persen dari daya tampung, jalur inklusif minimal 5 persen dari daya tampung, serta jalur anak guru dan tenaga kependidikan maksimal 5 persen dari daya tampung.

“Ini harus dipahami dan diketahui oleh pendaftar agar tidak ada persoalan dalam PPDB saat mendaftar,” sebutnya.

Sementara itu Kabid SMA Disdik Sumbar sekaligus menjabat Ketua Panitia PPDB SMA/SMK, Suryanto, menyampaikan, daya tampung sekolah di Sumbar untuk SMA sebanyak 50 ribu siswa dan 26 ribu siswa untuk SMK.

Baca juga :  PPDB Sumbar, Kata KJ Kepala Dinas Pendidikan Jangan Hanya Pandai Menghindar Saja

“Tapi ini masih menunggu data pasti setelah kelulusan dan kenaikan kelas,” jelasnya. (ioc)