Padang, inioke.com–Cara pikir keliru para Bupati dan Wali Kota, tidak mau mengirim sampel tes swab warganya demi mempertahankan nol kasus. Hal ini diungkap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

“Jika ada daerah yang pelit mengirim tes swab yang telah dilakukan demi mempertahankan zero kasus, maka bisa dikatakan kepala daerah atau bupati/walikota tersebut sosok yang jahat. Karena ingin daerahnya zero positif COVID-19, sehingga kepala daerahnya enggan mengirim tes swab serta melakukan tracking terhadap warganya. Ini jalan pikiran yang keliru,” katanya saat memimpin Rapat Koordinasi Kepala Dinas Kesehatan se Sumatera Barat, Kamis, (14/5).

Padahal, lanjutnya, seluruh pembiayaan tes swab tidak dibebankan ke kabupaten dan kota. Sepenuhnya menjadi tanggung jawab provinsi. Namun, Gubernur tidak merinci kepala daerah mana saja yang berlaku demikian.

“Pemeriksaan tes swab gratis, tidak dipunggut biaya. Kok masih ada kepala daerahnya enggan mengirimkan ke laboratorium Unand,” ungkapnya.

Menurut Irwan, jalan pikiran kepala daerah yang seperti itu harus diluruskan oleh Kepala Dinas Kesehatan. Sebab, jika dibiarkan, wabah virus corona di daerah tersebut bakal banyak merenggut nyawa masyarakat, karena penanganannya sudah terlambat.

Baca juga :  Komite I DPD RI Tolak Penyelenggaraan Pilkada 9 Desember 2020

“Ini akan dipertanggungjawabkan kepala daerah bersangkutan kepada Allah SWT. Jangan main-main hanya demi mempertahankan nol kasus,” tegasnya.

Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh Kadiskes di Sumbar proaktif dalam melakukan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan kasus positif COVID-19 dan dilakukan tes swab kepada mereka.

“Bagaimana penularan COVID-19 bakal habis di Sumbar, jika cara berpikir kepala daerah banyak yang salah. Saya minta Kadinkes meluruskan jalan pikiran kepala daerah yang tak benar itu,” tegas Irwan. (gyn)