Padang, inioke.com–Mewabahnya virus corona di Indonesia membawa banyak dampak pada perekonomian, khususnya sektor usaha. Sebagian besar usaha terganggu, namun ada sektor usaha yang meningkat tajam pendapatannya.

“Memang, sebagian besar usaha terganggu akibat Covid-19 ini, tapi ada sektor usaha juga yang meningkat pendapatannya. Diantaranya, usaha pembuatan alat-alat kesehatan seperti pembuatan masker kain, sarung tangan dan lain sebagainya,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Wahyu Purnama dalam talk show di Star Radio Padang.

Selain itu, lanjutnya, sektor komunikasi juga mengalami peningkatan, seperti pelaku usaha penjual pulsa dan paket kuota internet. Pada dasarnya ini dikarenakan kebanyakan masyarakat berada di rumah untuk akses internet.

Wahyu juga menjelaskan, stimulus perekonomian bagi pelaku UMKM. Dimana, Otoritas Jasa keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran kredit bagi pelaku usaha yang berdampak Covid-19. Mengenai hal ini, OJK telah mengeluarkan peraturan nomor 11/POJK.03/2020 yang memuat jelas tentang berbagai macam bentuk relaksasi kredit mulai dari penurunan suku bunga, perpanjangan waktu kredit dan lainnya.

Baca juga :  Untuk Tangani COVID-19, Pemprov Sumbar Relokasi Anggaran OPD

“Berdasarkan POJK disebutkan, kelonggaran bisa untuk debitur dari sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengelohan, pertanian dan kelautan. Dengan relaksasi kredit, pelaku usaha dan debitur lainnya dapat terbantu dan bertahan menghadapi kondisi sekarang ini,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, hal tersebut bisa diterima apabila pelaku usaha dan debitur melakukan permohonan pengajuan kepada Bank/leasing. Permohonan tersebut melalui saluran komunikasi, setelah itu Bank/leasing mengecek kelayakan diterima atau tidak berdasarkan aturan dalam POJK.

Dalam melaksanakan protokol tetap penanganan Covid-19, Wahyu mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja secara berlebihan, karena akan memicu permintaan menjadi tinngi dan mengakibatkan harga-harga menjadi mahal.

“Berbelanjalah secukupnya berdasarkan kebutuhan bukan karena keinginan,” katanya.

Kemudian, disarankan masyarakat untuk bertransaksi secara non tunai, agar meminimalkan pertemuan secara langsung dan mencegah keramaian.

“Percepatan penanganan penularan virus covid-19 tergantung kepatuhan dan kedisiplinan masyarakatnya,” pungkas Wahyu. (boy)