Padang, inioke.com–Peningkatan jumlah orang positif Covid-19 setiap hari, Pemprov Sumbar menggratiskan tes swab untuk masyarakat.

“Tidak hanya bagi warga luar yang datang ke Sumbar. Semua warga dengan riwayat kontak langsung atau merasa memiliki gejala, silahkan ikuti tes swab secara gratis,” ujar juru bicara percepatan penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal.

Menurutnya, kebijakan ini ditempuh guna memutus rantai penularan Covid-19 sembari tetap produktif menjalani aktivitas keseharian.

“Masyarakat tidak usah enggan, tidak usah takut. Ayo berkontribusi aktif sembari tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” ungkap Jasman yang juga merupakan Kepala Diskominfo Sumbar ini.

Lokasi yang dapat dituju masyarakat untuk tes swab adalah puskesmas terdekat atau rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan oleh Pemprov Sumbar.

Diakui berdasarkan tracking terhadap kasus positif harian dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar adalah imported case atau berasal dari luar Sumbar. Untuk itu ia mengimbau masyarakat jangan gelisah dan cemas dengan hasil tersebut.

“Dengan semakin banyak pemeriksaan yang dilakukan, pasti hasilnya berbanding lurus. Lebih berbahaya, jika di suatu daerah tak dilakukan pemeriksaan, padahal positifnya banyak. Beberapa daerah malah enggan mengirimkan sampelnya ke laboratorium kita. Mereka ingin mempertahankan status hijaunya. Ibarat bom waktu, bisa meledak kapan saja,” terangnya.

Baca juga :  Pilkada 9 Desember 2020, Pemilih Tiap TPS Disepakati 500 Orang

Penanganan Covid-19 di Sumbar sudah baik. Patokannya positif rate dan testing rate yang masih di bawah rata-rata nasional.

“Jangan melihat angka-angka, lihatlah persentase yang masih terbaik di Indonesia. Peningkatan pun dirasa masih wajar dengan jumlah sampel yang diperiksa. Belum pernah pertambahan kasus harian mencapai ratusan,” tambahnya.

Menjawab pertanyaan masyarakat tentang kemungkinan berlanjutnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar, pria berkacamata ini mengatakan, PSBB tidak akan ada lagi. Dari awal, PSBB itu suatu metode memutus penyebaran Covid-19.

“Sekarang Kita telah masuk adaptasi baru. Ekonomi harus bergerak. Jika PSBB diberlakukan lagi, akan mati pereknomian kita. Semua usaha tidak akan bergeliat,” ucapnya.

Jasman menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, istirahat cukup serta rajin berolah raga.

“Pandemi belum berakhir dan tak tahu kapan berhentinya. Virus masih ada di sekitar kita. Untuk itu, tetap patuhi protokol kesehatan, agar tidak terpapar dan menjadi inang di tempat kerja dan keluarga,” tutupnya.
(ioc/rilis)