Oleh: Nilna R. Isna

 

Tidak harus balonku sebenarnya. Tapi, tentu lagu dalam negeri ini yang melekat di hati dan ingatan kita semua. Kalau mau pake lagu luar negeri, bolehlah sambil nyanyi Happy Birtday dua kali, asal please jangan malah karaokean sambil cuci tangan.

20 detik adalah waktu yang disarankan WHO untuk mencuci tangan. 20 detik juga adalah waktu yang terpakai untuk menyanyikan lagu ‘balonku’ atau happy birthday dua kali. 20 detik juga adalah waktu yang cukup untuk melakukan step by step  mencuci tangan (telapak tangan, punggung tangan, sela–sela jari, buku-buku jari, kuku-kuku jari, jempol, dan pergelangan).

Jadi, agar 20 detik – yang sesungguhnya sebentar itu – tidak terasa lama, maka mencuci tanganlah dengan sabun sesuai urutan selama 20 detik sambil menyanyikan lagu balonku ada lima.

Mencuci tangan pakai sabun dengan cara yang benar efektif membasmi 90% kuman di tangan. Kuman itu termasuk virus, bakteri, jamur, parasit, dan apa pun itu yang bisa menjadi bibit penyakit. Tangan adalah media yang paling mudah menerima dan menyebarkan kuman, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Tanpa kita sadari, pada makhluk hidup dan makhluk mati yang berada di sekitar kita ada kuman-kuman yang terus berkembang biak. Ketika tangan kita tidak sengaja menyentuhnya, kuman-kuman itu berpindah, berkembang biak di tempat baru, berpindah lagi, berkembang biak lagi, dan seterusnya.

Lalu bagaimana memutus rantai penyebaran kuman-kuman ini? Sederhana saja. Hanya dengan cuci tangan pakai sabun sambil nyanyi balonku. Kita tidak bisa melihat virus, bakteri, jamur, dan parasit ini karena ukuran mereka yang mikroskopis. Tapi kita bisa tahu bahwa tangan kita berkontribusi besar dalam membantu mereka beranak-pinak. Maka, hentikan reproduksi mereka.

Baca juga :  Ada Orang Irlandia Kena Corona di Padang, Total 567 Orang Positif COVID-19 di Sumbar

 

Mencuci Tangan dengan Sabun

Sabun memiliki bahan aktif yang mampu melepaskan kotoran dan kuman dari kulit. Tidak hanya kotoran yang tampak mata tapi juga mampu melepaskan virus yang ukurannya super kecil dengan satuan nanometer (1 cm = 10.000 µm = 10.000.000 nm). Artinya seujung kuku kita berpotensi menyimpan 10.000.000 virus.

Bayangkan jika virusnya melekat ke seluruh permukaan telapak tangan, punggung tangan, menyelip di sela-sela atau buku-buku jari, bahkan sampai ke pergelangan. Itu sebabnya mencuci tangan harus paripurna.

Sabun yang digunakan bisa sabun apa saja. Tidak harus sabun dengan merk tertentu, tidak perlu sabun dengan harga mahal, juga tidak butuh sabun khusus. Sabun yang digunakan bisa sabun apa saja: sabun cuci tangan, sabun mandi, sabun cuci piring, baik padat atau cair, baik itu bermerk anti-bakteri maupun tidak. Dengan atau tanpa triclosan (kandungan yang biasa ada pada sabun bermerk anti bakteri), sabun tetap efektif untuk membasmi segala jenis kuman dan kotoran.

Mencuci Tangan dengan Air Mengalir

Cucilah tangan dengan sabun dengan air mengalir. Karena jika mencuci tangan dengan cara memasukkan tangan ke dalam gayung atau baskom, justru bisa saja mendatangkan kuman yang baru ketika kita menyentuh benda-benda itu setelah mencuci tangan.

Air dalam keadaan diam yang digunakan untuk mencuci tangan justru menjadi tempat berkumpulnya kuman penyakit dan menempel lagi saat tangan diangkat dari wadah tersebut. Apalagi jika air yang digunakan adalah tong air yang dipakai secara bersama-sama. Meskipun kita juga tidak bisa menghindari untuk menyentuh kembali kran setelah mencuci tangan, namun setidaknya air yang mengalir membantu menjatuhkan kuman, tidak hanya melepaskan kuman saat kita mencuci tangan dengan sabun. Boleh juga menyediakan tissue atau handuk untuk melindungi tangan saat mematikan kran.

Baca juga :  Baru 15 Persen Pedagang yang Diambil Swab dalam Sepekan ini

Mencuci Seluruh Tangan

Seluruh tangan yang dimaksud adalah seluruh bagian tangan baik di kiri ataupun kanan. Untuk mendapatkan hasil cuci tangan yang baik, langsung sirami dan sabuni kedua tangan kiri dan kanan secara bersamaan. Mencuci tangan dengan cara menggosok-gosokkan kedua telapak, kemudian menggosok punggung tangan masing-masing kiri dan kanan secara bergantian, membantu untuk melepaskan kuman dan kotoran dari kulit tangan.

Virus dan bakteri bisa mengendap di seluruh bagian tangan, tempat terbanyak justru di tempat-tempat sempit yang seringkali tidak terjangkau. Itu kenapa mencuci tangan harus sampai ke sela-sela jari, buku-buku jari, dan kuku-kuku jari. Kemudian jangan lupakan jempol dan pergelangan yang juga perlu disabuni agar tangan yang dicuci bersih sempurna.

Mengeringkan Tangan

Penting untuk mengeringkan tangan. Karena kuman mudah berpindah dari dan ke tangan yang basah. Letakkan handuk bersih di dekat wastafel atau kran air di rumah kita. Jangan lupa untuk mencuci handuk secara berkala. Jika berada di toilet umum yang menyediakan mesin pengering tangan, silahkan digunakan fasilitas tersebut. Saat ini, tempat-tempat umum juga sudah menyediakan  keran atau wastafel pencuci tangan, perlu juga untuk membawa sapu tangan atau handuk kecil kemana-mana untuk mengeringkan tangan setelah mencucinya.

Baca juga :  Pengusaha klinkink apparel Dede Desmana Serahkan Bantuan APD kepada RSUD M Zein Painan

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (www.cdc.gov), wajib cuci tangan pada kondisi berikut:

  1. Sebelum, selama, dan sesudah menyiapkan makanan
  2. Sebelum menyantap makanan
  3. Sebelum mengobati luka dan merawat orang sakit
  4. Sebelum menggunakan atau melepaskan lensa kontak (contact lenses)
  5. Sesudah dari kamar mandi dan kamar kecil
  6. Sesudah memasak makanan mentah, seperti daging, ayam, atau ikan
  7. Sesudah mengganti popok atau membersihkan bayi/anak yang ke toilet
  8. Sesudah bersin atau batuk
  9. Sesudah bermain atau menyentuh binatang, makanan binatang, dan kototan binatang
  10. Sesudah mengurus sampah
  11. Sebelum dan sesudah menyentuh orang sakit

Plus selama pandemi COVID-19, harus mencuci tangan saat:1.       Setelah berada di tempat umum dan menyentuh benda atau permukaan yang mungkin sering disentuh orang lain, seperti gagang pintu, tombol lift, pegangan tangga, kereta belanja, ATM/EDC, dan sebagainya.2.       Sebelum menyentuh mata, hidung, atau mulut karena itulah cara kuman memasuki tubuh kita.

Jika ternyata lagu balonku bikin gagal fokus saat mencuci tangan –misalnya jadi kepikiran apakah balon hijau atau merah yang meletus, ada baiknya menghapalkan lagu dengan lirik di bawah ini:

“Ada tujuh langkah untuk cuci tangan,

mulai dari depan sampai ke belakang,

sela-sela jari, buku-buku jari,

kuku-kuku jari,jempol pergelangan”

(Irama Lagu Dua Mata Saya)

Praktekkan ya. Selamat mencuci tangan sambil bernyanyi. Stay Healthy!(*)

Nilna R Isna Alumni Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas