Agam, inioke.com– Wabah corona virus (COVID-19), membuat ketersediaan masker di pasaran langka. Jika ada, harga menjulang. Menyikap keadaan tersebut, 50 UMKM dari berbagai usaha di Kabupaten Agam, memproduksi masker sendiri.

Di sela penyaluran bantuan pangan, Bupati Agam, Indra Catri, menyaksikan langsung beberapa UMKM yang sedang memproduksi masker, seperti di daerah Banuhampu dan Ampek Angkek. Ia mengapresiasi kerja 50 UMKM, yang rata-rata perhari memproduksi 1000 helai masker. Artinya, jika 1000 dikalikan 50 UMKM, per hari Agam memproduksi masker berbahan kain, sebagai alat pelindung diri (APD) yang kini sangat dibutuhkan dalam upaya waspada corona, maka totalnya 50 ribu helai.

Menurut Catri, Agam siap mensuplai masker. Diharapkan, UMKM membagi nomor ponselnya, sehingga mudah dihubungi untuk mendapatkannya. Kata dia, ini juga merupakan sebuah upaya menyelamatkan masyarakat yang belum terpapar Covid-19, sesuai gerakan: Anda selamatkan saya, saya selamatkan Anda.

Untuk mendukung kerja masyarakat, Catri melalui Disperindagkop dan UKM Agam, untuk mensuport UMKM dengan menyediakan bahan baku, supaya lebih banyak lagi masker yang diproduksi.

Baca juga :  Jokowi Resmi Larang Mudik Tahun Ini, Kemenhub Siapkan Sanksi untuk yang Madar

Widianingsih, Salah seorang pelaku UMKM Ampek Angkek,  mengakui permintaan cukup tinggi baik,  di kalangan masyarakat maupun tenaga medis.

Widianingsih yang mempekerjakan tujuh orang mampu memproduksi masker 900 helai sampai 1.000 helai per hari, bahkan lebih. Satu helai masker, katanya, dijual seharga Rp 4 ribu. (relis)