Jakarta, inioke.com–Hari pemungutan suara pemilihan serentak 2020 ditunda, sehubungan dengan wabah  virus corona atau COVID-19. Kesepakatan ini muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan KPU dan Kementrian Dalam Negeri, serta dihadiri Bawaslu dan DKPP, Senin (30/3).

“Semua setuju kalau hari pemungutan suara pemilihan serentak 2020 ditunda. Namun, belum sampai pada keputusan sampai kapan ditundanya. Untuk ini telah disiapkan beberapa opsi,” ujar Ketua KPU, Arif Budiman.

Arif Budiman menyampaikan, ada tiga opsi penundaan waktu pemilihan yang disepakati dalam RDP.

Opsi pertama, penundaan selama tiga bulan dari jadwal pemungutan suara awal, yaitu 9 Desember 2020.

Opsi ini diambil apabila tahapan pilkada pra-pemungutan suara bisa dimulai pada akhir Mei tahun ini.

Alternatif kedua, penundaan dilakukan selama enam bulan dari jadwal awal, yaitu 17 Maret 2021.

Pilihan ketiga, pemungutan suara pilkada ditunda selama 12 bulan, yakni hingga 29 September 2021.

Pemilihan serentak 2020 sesuai tahapan sebelumnya akan dilaksanakan 23 September 2020. Namun, wabah virus corona yang belum bisa dikendalikan dan mengedepankan keselamatan masyarakarat, disepakati untuk menundanya.

Baca juga :  Kadiskes Padang Anjurkan Pakai Masker Bedah

Komisi II DPR RI meminta pemerintah menyiapkan payung hukum penundaan ini, berupa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU).

“Kita minta kepala daerah yang akan melaksanakan pemilihan serentak 2020 merealokasikan dana pilkada yang belum terpakai untuk penanganan pandemi COVID-19,” ujar anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. (GY).