Sijunjung, inioke.com–Pabrik karet di Padang mulai menghentikan sementara pembelian dari tauke (pengepul) di Sumbar, mulai hari ini (25/3). Penghentian ini terkait ekspor yang dihentikan sementara, karena adanya kebijakan lock down di negara-negara pengimpor.

“Ini hari terakhir saya menjual karet ke salah satu pabrik di Padang, dengan harga Rp8,4 ribu per kilo. Mulai Rabu pabrik tersebut menghentikan sementara pembelian karet,” ungkap salah seorang tauke karet di Sijunjung, Panji, seperti dikutip sumbarsatu.com, Selasa (24/3).

Penghentian sementara pembelian karet ini, menurut Panji, karena stok karet di pabrik tersebut menumpuk. Sementara ekspor karet dihentikan karena ada kebijakan lock down dari negara importir terkait pandemi COVID-19.

Selain itu, PT Megawasindo Perkasa CRF dalam surat pemberitahuannya (No.03/MSP-CRF/ADM/II/2020) kepada suplyer karet (pengepul) memaparkan, mulai Sabtu (21 Maret 2020) pembelian karet dipabrik mereka ditiadakan atau ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kebun karet di Sumatra Barat tahun 2017 adalah seluas 141, 131.90 hektar. Sementara kebun karet di  Sijunjung adalah 33, 827.00 hektar, dari yang sudah produksi, tua, dan belum produksi.

Baca juga :  Dony Oskaria Energi Baru di Poros Baru

Kondisi tersebut tentu akan berimbas pada ekonomi masyarakat badarai yang selama ini menggantungkan hidupnya dari perkebunan karet. (SSC/Thendra)