Padang, inioke.com–Kabupaten Agam, daerah ketiga, setelah Kota Padang Panjang dan Sawahlunto, yang datanya lengkap dan bisa mencairkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemprov Sumbar.

Gubernur Irwan Prayitno telah menandatangani Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 24 tahun 2020 tentang Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi masyarakat yang terdampak akibat pandemi corona virus disease-2019 (COVID-19) di Sumatera Barat, Kamis (30/4).

“Mulai hari ini telah dapat dicairkan dana JPS kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 di Kabupaten/Kota se Sumatera Barat,” ungkap Irwan Prayitno.

Besaran dana JPS dari pemprov Sumbar ini Rp600 ribu perkepala keluarga (KK) perbulan. Dana JPS akan diberikan selama 3 bulan, April, Mei dan Juni 2020 dengan total Rp1,8 juta perkepala keluarga. Pencairan tahap awal ini langsung dirapel 2 bulan (April dan Mei), sehingga masyarakat akan menerima Rp1,2 juta perkepala keluarga.

Daerah yang telah menyerahkan data masyarakatnya yang berhak menerima dana JPS Provinsi dan dinyatakan lengkap adalah Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Agam. Masyarakat ketiga daerah ini sudah bisa menerima bantuan tersebut di rumah.

Baca juga :  Seluruh Karyawan PDAM Padang Sisihkan Gaji untuk Penanggulangan COVID-19

“Kita sangat berharap, kiranya kabupaten dan kota lainnya juga sesegera mungkin menyusul menyerahkan datanya sesuai aturan dan dapat segera mencairkan dananya untuk masyarakat terdampak di daerahnya masing- masing,” ujarnya.

Dana JPS Provinsi Sumbar ini langsung diserahkan oleh pegawai kantor pos ke rumah masing-masing masyarakat terdampak COVID-19, dan rumahnya akan ditempeli stiker penerima JPS.

“Hal ini bertujuan agar ada transparansi dan jangan sampai terjadi pemberian ganda kepada masyarakat,” tukas Irwan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, menyampaikan, uang untuk warga penerima bantuan di tiga daerah tersebut langsung ditransfer ke PT Pos Indonesia. Sedangkan, Kota Pariaman akan menyusul setelah ini, kalau datanya sudah dilengkapi.

“Kota Pariaman masih ada yang kurang datanya, mudah- mudahan bisa cepat dilengkapi,” katanya. (gyn)