Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru telah menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar sejak prosesnya dimulai. Proses pembangunan yang sedang berlangsung melibatkan masyarakat lokal atau setempat.

“Ekonomi sudah bergerak di sana saat ini hingga selesai nanti. Masyarakat sekitar sebenarnya sangat mendukung pembangunan jalan tol ini,” ujar Kepala Proyek (Kapro) PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Defi Adrian, dalam Diskusi Bulan JPS, di Hotel Grand Zuri Padang, Kamis (25/2).

Pergerakan ekonomi masyarakat di lokasi pembangunan jalan tol ini, dipaparkan Defi, untuk kebutuhan material badan jalan 8 juta kubik, pasir dan batu 1 juta kubik, beton 1,2 juta kubik, dan bahan lainnya, diambil dari masyarakat lokal. Kebutuhan material ini melibatkan pengusaha angkutan lokal.

“Saat ini lebih dari 55 perusahaan suplaier dan subkontrak yang bergabung. Begitu juga dengan tenaga kerja. Lebih 700 orang bekerja mulai dari engineer hingga pekerja paling bawah sebagian besar dari masyarakat lokal,” ungkapnya.

Posko Bersama

Menjawab persoalan-persoalan yang terjadi dalam proses pembangunan jalan tol ini, Defi meminta adanya posko informasi bersama tim pengadaan tanah. Posko bersama ini terdiri dari BPN/ATR, PUPR, Pemerintah Nagari dan Jorong/Korong, dan seterusnya.

Baca juga :  Pemakaman Bupati Tanah Datar : Pemimpin Bersahaja itu Dilepas Penuh Haru

“Ini untuk percepatan pembangunan tol ini. Dengan adanya posko bersama tersebut masyarakat punya tempat bertanya dan mendapat informasi yang jelas. Persoalannya selama ini, masyarakat tidak dapat informasi yang jelas dan diping-pong ke instansi A, B dan seterusnya. Tentu ini membuat masyarakat geram, sehingga muncul gejolak,” ungkap Defi.

Sebenarnya, lanjut Defi, masyarakat tidak masalah dengan pembangunan tol ini. Hanya saja informasi yang mereka dapatkan tidak jelas dan simpang siur.

“Melalui pendekatan dan diskusi yang kita lakukan bersama masyarakat, lahan yang belum yang dibebaskan pun bisa kita kerjakan,” tuturnya.

Di samping itu, ia juga meminta keterbukaan perangkat nagari dan korong dalam proses pembangunan tol ini.

Paling Terlambat

Terkait progres pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru dikatakan Defi lebih lambat, bahkan paling lambat dibanding ruas jalan tol lain di Sumatera.

“Meskipun begitu, saat ini 98 persen pembebasan lahan hampir selesai. Menunggu tim apraisal membayar ganti ruginya,” pungkas Defi. (ioc)