Dharmasraya, inioke.com– Dharmasraya yang lansung berbatasan dengan Provinsi Jambi menjadi daerah yang memeiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Mobilitas masyarakat kedua belah pihak jika tidak terkendali dengan baik, maka ini berpotensi penyebaran virus secara massif nantinya.

Sampai hari ini, memang belum ada yang positif corona virus di Dharmasraya, namun data terakhir (3/4/2020) sejumlah warga, tercatat orang sedang pemantauan (ODP) sebanyak 41 orang, dan orang selesai dipantau sebanyak 279.

Untuk mengantisipasi hal itu masyarakat Dharmasraya telah melakukan banyak hal. Masyakarakat saling menguatkan dan membantu dalam membangun kesadaran dalam mengantisipasi dan memerangi wabah ini.

Demikian disampaikan Pandong Supendra, Relawan Perangi Covid -19 Dharmasraya, dalam wawancara dengan inioke.com. Semua masyarakat, katanya, sebenarnya memiliki modal sosial dalam melibatkan diri dalam memerangi wabah ini. Modal sosial seperti penguatan solidaritas yang dimiliki kaum, suku dan kelompok masyarakat seperti komplek perumahan menjadi modal besar dalam mensejalankan dengan kegiatan yang dilakukan pemerintah. “Sudahilah saling menyalah, kita melakukan apa yang bisa kita lakukan,” ujar Pandong, yang juga aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini.

Baca juga :  Aidinil Zetra: Calon Petahana Diuntungkan dengan Keputusan Pilkada 9 Desember

Dia dan teman-teman relawan mencoba mensinkronkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, kemudian mendorong kelompok masyarakat lain menduplikasinya di tempat mereka masing-masing.

“Namun titik pusat kerja kami adalah mengumpulkan data dan mengolahnya sehingga bisa diperguanakan oleh semua stakeholder. Inisiatif ini muncul karena kita melihat masyarakat mau dan sebagian telah membangun kerjasama dan gotong royong dalam memerangi wabah covid ini,” tegas Pandong.

Di samping penguatan data, Pandong dan Relawan  merancang alur kerjanya dalam dua bentuk yaitu berkaitan dengan program pemerintah Dharmasraya, dan yang berkaitan dengan masyakarakat sendiri. Untuk kegiatan pemerintah, para relawan membantu pemerintah untuk bersama melangkah menghadapi wabah Covid 19. Kegiatanya seperti diskusi kebijakan dan berbagi Informasi lapangan dengan para pihak serta membantu setiap kebijakan dan  kegiatan yang dikeluarkan oleh Pemerintahan dalam rangka melawan virus ini.

 

Pandong yang saat ini aktif sebagai Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengemukakan, yang berkaitan dengan  masyarakat para relawan melakukan tiga hal . Pertama penggalangan solidaritas sosial, melakukan kampanye, konsolidasi dan menggalang kepedulian  sosial  Masyarakat. Melalui media-media kreatif dan lain sebagainya. Kedua, melakukan penggalangan dana, bahan serta keperluan yang dibutuhkan oleh Masyarakat/warga kurang mampu. Program ini dinamanakan dengan “Orang Mampu bantu Orang Kurang Mampu. Ketiga adalah pendistribusian bantuan kepada masyarakat/Warga Kurang Mampu.

Baca juga :  Baru 15 Persen Pedagang yang Diambil Swab dalam Sepekan ini

Dalam mengimplementasikan program dan kegiatan ini, mereka melakukan kolaborasi dengan sumber daya lokal  seperti ninik mamak, ulama, bundo kanduang, pemuda, jorong, dasawisma, pemerintahan nagari dan lain-lain. Artinya agenda  Peduli Dampak COVID 19 mencoba melakukan inisiati-inisiatif  lokal  yang berupaya memutus rantai COVID19.

Kegiatan ini fokus terhadap orang/Warga PPT, ODP, PDP agar mereka yang berada dalam kondisi tidak melakukan aktifitas yang berpotensi membawa COVID-19. Di samping itu, lanjut Pandong, sebenarnya dia menawarkan kebanyak pihak dan ini bisa diadopsi oleh siapa pun, bahwa masyarakat bisa memaksimalkan potensi lokal yaitu relasi sosial seperti suku, kaum dan tetangga dengan “gerakan tetangga bantu tetangga”.

Pandong juga menjelaskan, ia mencoba menjalin komunikasi dengan kelompok kelas atas (the have) untuk terlibat dalam “gerakan orang mampu bantu orang kurang mampu. “Gerakan ini dikunci dengan memposisikan masjid dan mushala menjadi pusat gerakan. Nah, ini sesungguhnya metamorphosis dari gerakan-gerakan yang sudah ada sebelumnya, seperti gerakan subuh berjamaah, arisan suku, kaum dan lain-lain,”  pungkas Alumni Fakultas Hukum Bung Hatta ini, sembari mengajak tetap ikuti anjuran pemerintah melawan corona. (Taufik)

Baca juga :  Defriman Jafri: Parameter Epidemiologi Mesti Dipertimbangkan