Padang, inioke.com—Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Desrio Putra, mengapresiasi semua petugas yang bekerja di lapangan menghambat penyebaran COVID-19. Menurut Desrio, para petugas di lapangan merupakan para pejuang yang berdiri di garis depan untuk memerangi virus berbahaya tersebut  di Sumbar.

“Selain tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan ini, kami juga apresiasi para petugas gugus tugas pemeriksaan yang berada di pintu masuk perbatasan Sumatera Barat. Tetap dan selalu mengutamakan pencegahan. Pemeriksaan yang dilakukan oleh para petugas di perbatasan harus lebih diperketat lagi. Karena Kita lihat peralatan seperti thermo gun tidak menjamin 100 persen orang tersebut dikatakan sehat dan tidak membawa COVID-19,” ungkapnya, dalam rapat Komisi IV dengan Asisten II, BPBD Sumbar dan Dishub Sumbar, Rabu (8/4).

Di samping itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut berjuang memerangi COVID-19 dengan mematuhi dan melaksanakan instruksi pemerintah, seperti tidak keluar rumah bila tidak ada urusan penting, memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Baca juga :  Bupati Hendrajoni imbau masyarakat tidak resah terkait virus corona

“Tanpa ada dukungan masyarakat untuk ikut serta berjuang memerangi virus ini, apa yang dilakukan para petugas di lapangan tidak akan ada artinya. Dari itu, kita minta masyarakat, mari bersama-sama kita mencegah penularan COVID-19 ini dan laksanakan imbauan pemerintah,” tuturnya.

Anggota Komisi IV lainnya, Sabar AS, mengharapkan penyediaan APD seperti masker kain dapat diberikan kepada UMKM. Dengan demikian, pemerintah membantu UMKM memproduksi masker yang akan dipakai oleh masyarakat. Sementara, masker N95 dan sekali pakai diprioritaskan untuk petugas medis.

“Melalui ini, Satgas Ekonomi yang telah dibentuk BPBD dan Pemprov dapat  menghasilkan perputaran ekonomi bagi UMKM tersebut,” imbuhnya dalam rapat yang dipimpin Muhammad Ikhbal tersebut.

Asisten II Setdaprov Sumbar, Benny Warlis, menjelaskan berdasarkan instruksi Gubernur kepada BPBD, untuk penanganan COVID-19 telah dilakukan langkah-langkah taktis seperti  membentuk Gugus Tugas, Satuan Tugas Ekonomi dan Sosial di masyarakat.

“Selain itu kami juga akan menyiapkan penambahan rumah sakit untuk penampungan isolasi bagi pasien yang positif. Kami menyiapkan RSUD Rasidin Kota Padang dan RSUD Pariaman. Hal ini juga didukung penuh oleh RSUP M Djamil Padang,” kata Benny Warlis.

Baca juga :  PSBB Sumbar Diperpanjang hingga 29 Mei, Daerah Zona Hijau Diberi Kelonggaran

Sementara itu, Kepala BPBD Sumbar, Rahman, mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan ke depan, penyiapan APD yang sesuai standar bagi tenaga medis di rumah sakit maupun puskesmas. Tujuannya, agar mereka aman dan nyaman dalam melakukan tugas penanganan COVID-19.

Kemudian, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi, melaporkan, upaya yang telah dilakukan untuk penanganan COVID-19, seperti dibentuknya gugus tugas pemeriksaan di lapangan yang melibatkan TNI, Polri, Dishub Kabupaten/Kota dan BPBD.

“Dalam upaya memperkecil frekuensi penerbangan untuk masuk ke Sumbar melalui BIM, Pemprov telah mengirimkan surat kepada masing masing maskapai untuk mengurangi aktivitas keluar masuk penerbangan di masa darurat bencana nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat,” katanya.

Begitu juga, sambung Heri, aktivitas di Laut, bagi kapal yang merapat di Teluk Bayur, maka juga harus melalui pemeriksaan kondisi panas tubuh sesuai standar yang telah ditetapkan. Pemkab Kepulauan Mentawai juga telah menutup pintu masuk bagi yang ingin berkunjung ke sana selama masa tanggap darurat.

Sedangkan di darat, Dishub telah menempatkan gugus tugas di sembilan titik daerah perbatasan, yaitu, Pesisir Selatan (Kerinci-Pessel, Muko Muko-Pessel), Dharmasraya (Jambi-Sumbar dan Riau-Sumbar), Solok Selatan (Kerinci-Solsel), Pasaman Barat (Sumut-Sumbar), Pasaman (Sumut-Sumbar, Riau-Sumbar), dan Limapuluh Kota (Riau-Sumbar). (BOY)

Baca juga :  MUI Sumbar : Boleh Shalat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan untuk Daerah Terkendali