Banyak informasi yang beredar terkait virus Corona atau yang dinamakan virus SARS-CoV-2. Semuanya belum tentu betul, masih banyak hoaks yang harus dibasmi. Apalagi virus ini merupakan virus baru yang penyebarannya sangat cebat.

Dalam sebuah tayangan video di instagram @narasi.tv, dr Nahla Shihab mengungkapkan fakta soal mengapa virus ini dianggap baru. Karena ini virus baru, kata Nahla, kita belum tahu pasti sifat dari virus tersebut. Kemudian, belum tahu pasti, apa dan berapa lama efek yang ditimbulkan virus tersebut. Selanjutnya, belum ada obat yang betul-betul efektif untuk melawan virus ini, serta belum ada vaksin yang bisa mencegah seseorang untuk tidak terinfeksi.

“Informasi ini bukan untuk membuat panik, tetapi untuk membuat kita lebih waspada. Bahwa, memang apa yang kita hadapi ini betul-betul nyata dan bersama-sama mencegah penularan virus ini lebih luas,” ujar Nahla.

Secara umum, kata Nahla, ketika virus masuk ke dalam tubuh kita, gejalanya mirip-mirip. Seperti, demam, sakit kepala, lemah, letih, lesu, pegal-pegal. Begitu pula dengan virus yang secara spesifik langsung masuk ke saluran pernafasan, ada infeksi pernafasan, pilek, hidung meler, hidung tersumbat, batuk, dada sesak dan sebagainya. Selain gejala-gejala tersebut, SARS-CoV-2 memiliki gejala yang bervariasi. Jumlah gejalanya juga bervariasi, yang disebabkan oleh daya tahan tubuh seseorang yang juga berbeda-beda.

Baca juga :  Amankah Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19?

“Jadi, kita nih, sebagai anak muda sehat, gak ada penyakit, daya tahan tubuhnya baik. Kemungkinan gejala yang timbul sangat ringan atau bahkan tidak ada. Sekali lagi saya tekankan, orang dengan daya tahan tubuh yang baik, itu bisa tidak ada gejalanya, walaupun virusnya sudah ada di dalam tubuh. Dan, orang dengan daya tahan tubuh yang baik, dia mampu menyembuhkan dirinya sendiri, karena pada dasarnya virus itu memang self limited disease. Jadi daya tahan tubuh kita sendiri bisa membasmi virus itu,” papar adik kandung Najwa Shihab ini.

Sementara itu, lanjut Nahla, orang dengan daya tahan tubuh rendah, tentunya akan dapat mengalami gejala yang lebih berat. Bisa sampai sesak nafas, bahkan bisa sampai menyebabkan kematian. Orang-orang yang daya tahan tubuh rendah, diantaranya, orang tua yang usianya di atas 60 tahun, orang-orang dengan penyakit penyerta seperti liver, kencing manis, kanker, ginjal dan sebagainya.

“Orang-orang inilah yang akan sangat menderita ketika dia terserang oleh virus SARS-CoV-2 atau virus corona ini. Ketika kita yang memiliki daya tahan tubuh baik terinfeksi virus ini, kita bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawannya,” ujarnya.

Untuk membantu mereka yang daya tahan tubuhnya rendah, tutur Nahla, dengan cara jaga jarak, hindari keramaian, dan #dirumahaja. Karena, yang paling ditakutkan dari virus ini adalah penyebarannya yang sangat amat cepat dan lebih mudah di tempat-tempat keramaian.

Baca juga :  Sebelum Keputusan PSBB atau New Normal, Gubernur Sumbar Minta Pandangan Akademisi

“Tapi jangan panik. Bukan berarti teman-teman yang masih muda dan sehat ini, begitu merasa ada gejala COVID-19, langsung ke rumah sakit. Bukan. Bukan itu maksud saya. Bukan berarti kalau ada gejala itu, teman-teman harus segera ke rumah sakit. Apa yang harus kita lakukan ketika ada gejala itu. Lagi-lagi di rumah aja. Tingkatin daya tahan tubuh dari rumah dengan cara istirahat yang cukup, tidur malam yang cukup 7-9 jam, makan makanan bergizi, minum air yang banyak, kalau bisa lakukan olahraga atau aktivitas ringan di rumah,” terangnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan rumah sakit itu tetap tersedia untuk mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti, orang tua, orang dengan daya tahan tubuh yang rendah, dan orang-orang muda yang mengalami gejala berat seperti sesak napas.

“Mereka itulah yang harus segera ke rumah sakit. Jadi, kita pastikan rumah sakit itu benar-benar untuk mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Lantas, orang yang tidak memiliki gejala kena virus itu, sebaiknya di rumah saja. Karena, orang yang di luarnya tampak sehat dan tidak ada gejala apa-apa, bukan berarti tidak ada virus itu dalam tubuhnya. Orang-orang tanpa gejala ini tetap bisa menularkan ke orang lain, melalui batuk, bersin, dan lain-lain.

Baca juga :  Status Keadaan Darurat Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional Belum Berakhir

“Penting untuk kita jaga jarak satu meter, untuk memastikan droplet yang keluar melalui batuk atau pun bersin tidak terkena pada kita. Penting sekali kita selalu cuci tangan yang benar dan sering, untuk memastikan jika kita menyentuh droplet bisa dibersihkan. Dan, yang paling penting, jangan menyentuh wajah, karena virus akan lebih cepat masuk melalui glukosa mata, mulut, dan hidung. Penting bagi kita untuk menghindari keramaian guna memutus mata rantai penyebaran virus ini. Penting juga bagi kita untuk senantiasa di rumah aja, meningkatkan daya tahan tubuh agar dapat melawan virus ini,” begitu Nahla mengingatkan.

Sedangkan bagi mereka yang tidak bisa di rumah, karena harus bekerja, Nahla berpesan, agar tetap menjaga jarak, menghindari keramain, dan mencuci tangan dengan bersih memakai sabun atau sanitizer.

“Para peneliti, dokter, farmasis, tenaga medis, dan semua sedang berusaha mati-matian untuk mencari obat dan vaksin dari virus ini. Mari kita berperan untuk membantu mereka dengan cara, jangan panik tetapi tetap waspada. Yuk teman-teman, kita bareng-bareng melawan virus SARS-CoV-2 ini dan teman-teman medis tetap semangat,” ajak Nahla. (IO)